STRK Gandeng COCO BALI, Kembangkan Minuman RTD Berbasis Bali untuk Pasar Global
JAKARTA, investortrust.id – PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK) menggandeng COCO BALI Pte. Ltd. yang berbasis di Singapura untuk mengembangkan industri minuman siap saji atau ready to drink (RTD) melalui merek COCO BALI. Kolaborasi ini juga mencakup pengembangan dua merek minuman lainnya, yakni CLARISSA Liqueur dan LIBARRON Whisky, yang menyasar segmen pasar berbeda dengan fokus utama ekspansi internasional.
COCO BALI RTD dikembangkan dengan mengusung identitas Bali sebagai bagian dari pendekatan produknya. Minuman ini dirancang untuk merespons tren global, khususnya di segmen konsumen yang mencari produk praktis dengan karakter rasa ringan dan berbasis bahan alami.
Baca Juga
Trump Sebut Venezuela Akan Serahkan Minyak hingga 50 Juta Barel ke AS
Selain COCO BALI RTD, kerja sama tersebut mencakup CLARISSA Liqueur dan LIBARRON Whisky. Ketiga merek ini dikembangkan dengan pendekatan serupa, yakni pemanfaatan bahan baku lokal, proses produksi yang disesuaikan dengan standar global, serta penentuan posisi merek bagi konsumen internasional yang mencari produk dengan latar cerita dan asal-usul yang jelas.
Direktur Utama STRK Bona Budhisurya menyatakan inisiatif ini sejalan dengan prospek industri makanan dan minuman nasional yang masih berada dalam tren pertumbuhan positif. Pergeseran pola konsumsi masyarakat perkotaan turut mendorong pengembangan produk minuman yang praktis dan transparan dari sisi komposisi bahan baku.
“Konsumen sekarang semakin selektif. Faktor seperti kandungan gula, bahan baku, dan fungsi produk menjadi pertimbangan utama,” ujar Bona dalam keterangan resmi.
Baca Juga
Lovina Beach (STRK) Gandeng Naoyoshi Bidik Pasar Minuman Beralkohol Jepang
COCO BALI RTD dikembangkan menggunakan bahan alami dengan varian sparkling agave dan golden salak berbasis coconut kopyor. Sejumlah bahan baku diperoleh dari perkebunan agave yang dikelola PT Lovina Beach Brewery Tbk di Nusa Penida, Bali, sebagai upaya menjaga keterkaitan produk dengan daerah asalnya.
Creative Director COCO BALI RTD Natalia Sumasto Tjia menambahkan bahwa pengembangan produk dilakukan dengan mempertimbangkan pengalaman konsumen secara menyeluruh. “Kami ingin menghadirkan rasa yang familiar dengan Bali, tetapi dikemas dalam format yang sesuai dengan gaya hidup modern,” tuturnya.
Dari sisi distribusi, COCO BALI RTD menyasar ritel modern serta sektor hospitality, seperti hotel, beach club, dan travel retail, yang dinilai efektif menjangkau konsumen internasional yang berkunjung ke Bali.
Baca Juga
Sementara itu, CLARISSA Liqueur dikembangkan untuk segmen minuman beralkohol premium dengan karakter rasa lebih ringan. Adapun LIBARRON Whisky diposisikan sebagai produk spirit yang diproduksi di Bali untuk pasar global melalui pendekatan kolaboratif.
LIBARRON sebelumnya memperoleh perhatian setelah meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) atas kolaborasinya dengan Museum Van Gogh melalui edisi terbatas bertema Starry Night. Produk edisi terbatas tersebut diproduksi sebanyak 1.889 botol untuk pasar global.
Inisiatif ini mencerminkan upaya memperluas peran Bali, tidak hanya sebagai destinasi pariwisata, tetapi juga sebagai basis produksi minuman yang ditujukan ke pasar internasional, melalui strategi produk tersegmentasi dan pengembangan jaringan distribusi global.

