CIC Agresif Jual Saham BUMI, Harga Saham Justru Melonjak 291% Setahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Chengdong Investment Corporation (CIC) tercatat semakin agresif melepas saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sepanjang setahun terakhir. Namun alih-alih menekan kinerja saham, aksi divestasi tersebut justru direspons positif oleh pasar dengan lonjakan harga saham BUMI lebih dari 291% secara tahunan.
Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), CIC kembali menjual 555 juta saham BUMI pada 2 Januari 2026. Transaksi ini membuat porsi kepemilikan perusahaan investasi asal China tersebut menyusut menjadi 5,76%, dari sebelumnya 6,99%.
Baca Juga
Bumi Resources (BUMI) Raih Peringkat A+ FIHRRST, Perkuat Komitmen HAM dan Keberlanjutan
Aksi jual CIC bahkan berlangsung intens sepanjang Desember 2025. Investor ini tercatat melepas 357 juta saham pada 30 Desember, 524 juta saham pada 29 Desember, 50,84 juta saham pada 24 Desember, 25 juta saham pada 23 Desember, serta 50,86 juta saham pada 22 Desember 2025.
Mengacu data Bursa Efek Indonesia (BEI), kepemilikan CIC di BUMI telah turun signifikan dari posisi akhir 2024 sebesar 10,68% menjadi 5,76% per awal Januari 2026. Dengan demikian, sebanyak 18,81 miliar saham atau setara 4,92% saham BUMI telah dilepas CIC dalam kurun waktu lebih dari satu tahun terakhir.
Baca Juga
Volume, Nilai Transaksi, hingga Kenaikan Harga Saham BUMI kembali Mendominasi, Bagaimana Targetnya?
Meski dibayangi aksi divestasi pemegang saham besar, kinerja harga saham BUMI justru mencatat reli kuat. Saham emiten batu bara ini melonjak dari level penutupan 6 Januari 2025 di Rp119 menjadi Rp 462 pada penutupan perdagangan terakhir, atau menguat lebih dari 291% dalam setahun.
Lonjakan harga tersebut turut mendongkrak kapitalisasi pasar BUMI menjadi Rp 171,33 triliun. Dengan nilai tersebut, BUMI kini menempati posisi sebagai emiten batu bara dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga di Bursa Efek Indonesia, setelah PT Bayan Resources Tbk (BYAN) dan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

