BEI Unsuspensi Saham FPNI dan AMMS, Penguatan bisa Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali membuka perdagangan (unsuspensi) dua saham yang sebelumnya disuspensi. Kedua emiten tersebut adalah PT Lotte Chemical Titan Tbk (FPNI) dan PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS) efektif mulai sesi I, Jumat (20/11/2025).
Manajemen BEI dalam pengumuman resmi hari ini menyebutkan bahwa suspense atas perdagangan saham FPNI dan AMMS dibuka kembali di seluruh pasar mulai sesi I hari ini. Selain itu, saham FPNI dan AMMS akan dibuka di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
IHSG Kian Dekat 8.500, Sektor Perbankan & Asing Jadi Mesin Pendorong Reli Akhir Tahun
Sebelumnya saham FPNI disuspensi sejak 13 November tahun ini akibat lompatan harga lebih dari 235% menjadi Rp 640 dalam sebulan terakhir. Meski harga melambung, manajemen FPNI mengakui tak mengetahui pemicu lompatan harga tersebut. Perseroan mengakui sudah melaporkan seluruh informasi material perseroan.
Terkait perkembangan terkini kegiatan bisnis perseroan, manajemen FPNI menyebutka, masih dalam situasi yang penuh tantangan. Pasokan barang jadi dari produsen global secara konsisten semakin meningkat dikarenakan peningkatan kapasitas produksi, hal ini berbanding terbalik dengan pelemahan permintaan. Hal ini memicu terjadi ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran yang menyebabkan tertekannya margin produk perseroan.
Baca Juga
KInerja BRMS Diprediksi Melejit hingga 2027, Target Harga Saham Bisa Menuju Level Ini
Saat ini, FPNI secara aktif menganalisa dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mengoptimalisasi kinerja bisnis eksisting di tengah situasi industri yang belum kondusif. Secara keseluruhan, FPNI juga secara cermat mengidentifikasi produk-produk yang memberikan margin lebih baik untuk dimaksimalkan penjualannya.
Adapun suspense AMMS dilakukan BEI sejak 30 Oktober tahun ini dipicu atas lompatan harga lebih dari 127% menjadi Rp 492 dalam sebulan sebelum terkena suspense. Lompatan harga dipicu atas rencana akuisisi pengendali baru saham AMMS yang ditargetkan tuntaskan awal Desember 2025. Saat ini, due diligence saham perseroan oleh investor baru sedang beralngsung.
Grafik Saham FPNI dan AMMS

