Coinbase Bidik Jadi “Super App” Keuangan, Siap Tantang Bank Konvensional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - CEO Coinbase Brian Armstrong menyatakan ambisi besar untuk menjadikan pihaknya sebagai aplikasi keuangan terpadu (super app) yang mampu menggantikan peran perbankan tradisional.
Ia mengungkapkan bahwa Coinbase tengah menyiapkan beragam layanan keuangan lengkap berbasis teknologi kripto, mulai dari pembayaran, kartu kredit, hingga program imbalan.
“Kami ingin menjadi super app dan menyediakan semua jenis layanan keuangan. Kami ingin menjadi rekening utama masyarakat, dan saya pikir kripto berhak mendapat posisi itu,” ujarnya Brian, dilansir dari Cointelegraph, Senin (22/9/2025).
Baca Juga
Powell Tekan Ekspektasi Pasar, Harga Bitcoin Turun ke US$ 114.000-an di Awal Pekan
Ia mengkritik sistem perbankan saat ini yang dianggap ketinggalan zaman dan membebani konsumen dengan biaya transaksi tinggi. “Mengherankan. Mengapa kita harus membayar 2%-3% setiap kali menggesek kartu kredit?. Itu hanya data yang mengalir di internet. Seharusnya gratis atau nyaris gratis,” katanya.
Coinbase menargetkan dapat menghadirkan layanan yang lebih efisien, termasuk kartu kredit dengan imbalan 4% dalam bentuk Bitcoin. Langkah agresif ini muncul di tengah kejelasan regulasi kripto di Amerika Serikat (AS).
Brian menyebut sejumlah kemajuan, seperti pengesahan GENIUS Act serta pembahasan regulasi struktur pasar di Senat, sebagai tonggak penting. “Kereta barang telah meninggalkan stasiun,” ucapnya.
Baca Juga
Didukung Pendiri Binance 'CZ' Token ASTER Terbang Ribuan Persen Secara Singkat
Coinbase juga telah menjalin kemitraan dengan bank besar seperti JPMorgan dan PNC. Namun, ia mengkritik perbedaan sikap kebijakan dari pihak perbankan.
Teranyar, Coinbase mengintegrasikan protokol pinjaman terdesentralisasi Morpho ke dalam aplikasinya. Fitur ini memungkinkan pengguna meminjamkan stablecoin USDC langsung tanpa perantara ke platform decentralized finance (DeFi) dengan potensi imbal hasil hingga 10,8%.
Integrasi tersebut terjadi di tengah kontroversi soal stablecoin berbunga yang dilarang dalam GENIUS Act. Kelompok perbankan seperti Bank Policy Institute mendesak regulator menutup celah yang memungkinkan imbal hasil melalui integrasi DeFi pihak ketiga.
Coinbase menolah kritik itu, perusahaan menegaskan stablecoin bukan ancaman bagi sistem pinjaman, melainkan alternatif modern atas model pendapatan bank yang dianggap usang.

