BEI Suspensi Lima Saham Hari Ini, Ada PIPA hingga FITT
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspense) perdagangan lima saham mulai sesi I, Kamis (11/9/2025). Suspensi dipicu atas lompatan harga dalam beberapa hari terakhir. Bahkan, suspense ini merupakan yang kedua untuk tiga saham dalam beberapa pekan terakhir.
Kelima saham tersebut terdiri atas saham PT Agung Menjangan Mas Tbk (AMMS), PT Lion Metal Works Tbk (LION), PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA), PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), dan PT Hotel Fitra International Tbk (FITT).
Baca Juga
Saham BBCA Menguat 3,65% Usai Tekanan Jual Asing Mereda, Analis Nilai Valuasi Murah
Berdarkan data perdagangan saham BEI, saham FITT telah melesat lebih dari 216% menjadi 670 dalam sebulan terakhir. Begitu juga dengan saham PIPA menguat lebih dari 170% menjadi Rp 216 selama sebulan terakhir.
Kenaikan pesat dalam sebulan terakhir juga dicatatkansaham AMMS melesat 100% menjadi Rp 256, saham LION naik lebih dari 85% menjadi Rp 685, dan saham ITMA melesat lebih dari 84% menjadi Rp 1.365.
Selain suspense lima saham tersebut, BEI membuka kembali (unsuspend) perdagangan saham PT Remala Abadi Tbk (DATA), PT Falmaco Nonwoven Industri Tbk (FLMC), dan PT Mitra Investindo Tbk (MITI) mulai sesi I, Kamis (11/9/20225). Kedua saham ini dibuka langsung masuk papan pemantauan khusus dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Terbatas, Tiga Saham Dipimpin FILM Dijagokan Hari Ini
“Suspensi atas perdagangan saham DATA dan FLMC di pasar regular dan pasar tunai dibuka kembali mulai sesi I, 11 September 2025,” tulis pengumuman resmi PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Endra Febri Setyawan dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A.
Berdasarkan data perdagangan saham BEI, saham DATA telah melesat lebih dari 150% menjadi Rp 4.560 dalam sebulan terakhir sebelum penghentian sementara perdagangan sejak 28 Agustus 2025. Lompatan harga juga didukung tuntasnya akusisi DATA oleh Grup Djarum.
Sedangkan saham FLMC yang ditransaksikan di papan akselerasi ini telah melesat 224% menjadi Rp 162 dalam sebulan terakhir sebelum terkena suspense pada 28 Agustus.
Grafik Saham

