Negosiasi Caplok Link Net (LINK) Memasuki Babak Akhir, Surge (WIFI) Jadi Kandidat Kuat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Solusi Sinergi Digital (WIFI) atau Surge, yang terafiliasi dengan pengusaha Hashim Djojohadikusumo, dikabarkan sedang dalam tahap akhir negosiasi untuk membeli saham mayoritas PT Link Net (LINK) dari Axiata Group. Jika terlaksana, nilai transaksi diperkirakan lebih dari US$ 1 miliar atau sekitar Rp 16 triliun.
Sumber pasar menyebut Surge (WIFI) menjadi kandidat terkuat bersama I Squared Capital asal Amerika Serikat. Sebelumnya XL Axiata telah menunjuk UBS Sekuritas sebagai penasihat keuangan divestasi Link Net.
Baca Juga
Surge (WIFI) Ikut Lelang Frekuensi 1,4 GHz Lewat Anak Usaha, Bersaing dengan DSSA
Menanggapi rumor tersebut, Direktur Utama Surge, Yune Marketatmo, belum bisa memberikan konfirmasi detail. “Kami memahami adanya pemberitaan tersebut, namun saat ini kami hanya dapat mengacu pada informasi yang sudah dirilis resmi,” kata Yune kepada Investortrust.id, Jumat (15/8/2025).
Ia menambahkan informasi terbaru akan dibagikan melalui saluran resmi perusahaan. Hal ini dilakukan agar publik mendapatkan data yang akurat dan terverifikasi.
Di sisi lain, Head External Communications XL Axiata, Henry Wijayanto, juga menegaskan belum ada keputusan resmi terkait divestasi saham Link Net. Namun jika ada perkembangan material, pihaknya berjanji akan menyampaikan secara transparan melalui keterbukaan informasi sesuai aturan.
Baca Juga
IHSG Dibuka Melesat 0,46% Bersamaan Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
“Sampai saat ini, kami tidak memiliki informasi atau keputusan resmi terkait pelepasan saham Link Net,” ujar saat dihubungi secara terpisah.
Axiata diketahui menguasai 75,42% saham LINK, sedangkan XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL) memegang 19,22%. Jika akuisisi terwujud, Surge (WIFI) berpeluang mengintegrasikan backbone nasional miliknya dengan jaringan last-mile Link Net.
Baca Juga
Pasca-Merger, XLSmart (EXCL) Tetapkan Susunan Direksi Baru di RUPSLB
Strategi ini pun dapat mempercepat penetrasi broadband Surge hingga ke rumah pelanggan. Efisiensi biaya juga menjadi nilai tambah. Jika biaya bandwidth upstream Surge lebih rendah, COGS Link Net bisa turun dan margin keuntungan membaik.
Meski negosiasi disebut mendekati final, belum ada pengumuman resmi terkait skema, valuasi, dan rencana integrasi. Pasar pun kini menunggu langkah resmi dari kedua pihak yang berpotensi mengubah peta persaingan broadband Indonesia.

