Saham Surge (WIFI) Berpotensi Dikerek jelang Batas Akhir Perdagangan Rights
JAKARTA, investortrust.id – Harga saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge berpotensi dikerek dalam dua hari ke depan atau menjelang berakhirnya periode perdagangan rights WIFI atau WIFI-R di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 15 Juli 2025. Kenaikan harga tersebut juga bisa memicu lompatan harga WIFI-R jelang akhir perdagangan.
Sejumlah pelaku pasar menyebutkan bahwa peluang penguatan harga saham WIFI juga bagian dari sejumlah fund manarger yang tengah memburu WIFI-R. Sebagaimana diketahui, perseroan sebelumnya menetapkan rasio setiap 4 saham lama berhak mendapatkan 5 right yang bisa ditukarkan menjadi saham dengan harga pelaksanaan Rp 2.000.
Baca Juga
Surge (WIFI) Target Sambungkan 25 Juta Rumah, Sasar Pangsa Pasar Ini
Surge (WIFI) tengah menggelar dua aksi korporasi strategis dengan target penggalangan dana bernilai Rp 8,4 triliun. Aksi ini terdiri atas emisi obligasi senilai Rp 2,5 triliun dan penawaran umum (rights issue) saham dengan HMETD sebesar Rp 5,9 triliun.
Proses book building untuk penerbitan obligasi emiten yang dikendalikan Hashim Djojohadikusumo, adik dari Presiden Prabowo Subianto, (WIFI) mulai 12 Juni 2025 hingga 25 Juni 2025. Selama penawaran, permintaan investor terhadap obligasi tersebut disebut tinggi. Sedangkan dana hasil penerbitan obligasi dengan total Rp 2,5 triliun untuk memperkuat pembiayaan ekspansi jaringan nasional berbasis infrastruktur digital.
Dana obligasi akan dimanfaatkan untuk mempercepat penyebaran jaringan broadband berbasis fiber-to-the-home (FTTH) di sepanjang Pulau Jawa. Caranya, memanfaatkan infrastruktur stasiun kereta api di lebih dari 390 titik yang saat ini tengah aktif digunakan oleh mitra lokal Surge.
Baca Juga
Solusi Sinergi (WIFI) Eksekusi Dua Aksi Korporasi Bernilai Rp 8,4 Triliun, Dananya Untuk Ini
Sedangkan Penawaran Umum Terbatas dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) senilai Rp 5,9 triliun. Dana tersebut akan dialokasikan sepenuhnya sebagai penyertaan modal ke entitas anak perusahaan, PT Integrasi Jaringan Ekosistem (IJE). Sekitar 98,36% dari dana ini akan difokuskan untuk pembangunan lebih dari 4 juta sambungan FTTH di Pulau Jawa. Hal ini akan menjadikan Surge sebagai salah satu penggerak infrastruktur digital paling inovatif di Tanah Air.
Manajemen yakin, langkah strategis itu dapat memperkuat posisi Surge sebagai pengubah permainan (game changer) dalam sektor infrastruktur broadband nasional. Dengan dana total sebesar Rp 8,4 triliun, Surge menargetkan penyelesaian 5 juta home pass/home connect hingga akhir Desember 2025. Sambungan tersebut akan menjangkau hingga 40 juta rumah tangga di Indonesia dalam lima tahun ke depan. Memberikan nilai jangka panjang bagi investor melalui model bisnis yang berkelanjutan dan inklusif.

