Bank Terbesar Jerman Deutsche Bank Bakal Meluncurkan Layanan Penyimpanan Aset Digitalnya di 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bank terbesar di Jerman Deutsche Bank AG berencana meluncurkan layanan penyimpanan aset digitalnya atau platform kustodian kripto di tahun 2026. Deutsche Bank juga telah meminta unit teknologi bursa kripto Bitpanda untuk membantu membangun penawaran tersebut. Demikian menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut dilansir dari Bloomberg, Rabu (2/7/2025).
Bank korporat Deutsche Bank yang pertama kali mengungkapkan rencana penyimpanannya pada tahun 2022, juga akan terus bekerja dengan penyedia teknologi Swiss Taurus SA pada layanan tersebut. Sementara Deutsche Bank dan unit Bitpanda, Bitpanda Technology Solutions, menolak berkomentar.
Proyek penyimpanan Deutsche Bank muncul saat lembaga keuangan besar semakin fokus pada aset digital, didorong oleh peraturan baru di Eropa dan lingkungan yang menguntungkan di AS. Bitcoin telah menguat sejak terpilihnya kembali Donald Trump pada bulan November, saat presiden AS menunjuk pendukung kripto untuk jabatan regulasi utama dan mendorong regulasi stablecoin.
Baca Juga
Induk Usaha CFX 'Indokripto Koin Semesta' (COIN) Patok Harga IPO Rp 100 per Lembar
Pemberi pinjaman Jerman tersebut mengatakan awal bulan ini bahwa mereka sedang memeriksa stablecoin dan berbagai bentuk simpanan token. Ini dapat mencakup penerbitan tokennya sendiri atau bergabung dengan inisiatif di seluruh industri. Menurut pemberi pinjaman tersebut, Deutsche Bank juga tengah menilai apakah akan mengembangkan solusi penyimpanan tokennya sendiri untuk digunakan dalam pembayaran.
Deutsche Bank merupakan salah satu investor dalam putaran pendanaan senilai $65 juta untuk Taurus yang berkantor pusat di Jenewa pada tahun 2023.
Secara terpisah, awal tahun ini, para analis memperkirakan bahwa empat bank terbesar di dunia akan mulai menawarkan layanan kustodian kripto pada tahun 2025. Menurut Galaxy Research, Office of the Comptroller of the Currency (OCC) akan menciptakan jalur yang memungkinkan empat bank kustodian teratas dunia untuk menawarkan layanan aset digital. Keempat bank tersebut adalah BNY Mellon, State Street, JPMorgan Chase, dan Citi. Secara kolektif, mereka mengelola aset senilai lebih dari US$ 12 triliun.
Ini akan menandakan penerimaan yang hampir lengkap terhadap industri kripto sebagai aset yang sah untuk keuangan tradisional. Bahkan jika 1% dari modal dari keempat bank ini mengalir ke kripto, itu akan menghasilkan kapitalisasi pasar yang jauh lebih tinggi daripada saat ini.
Baca Juga
Ini 4 Kripto yang Berpotensi Cetak "All Time High" Baru di Juli 2025
Dilansir dari Investopedia, kustodian kripto adalah penyedia layanan penyimpanan dan keamanan pihak ketiga untuk aset kripto. Layanan yang ditawarkan untuk berbagai tipe investor, seperti investor institusional hingga mandiri yang memiliki aset kripto seperti Bitcoin atau aset lainnya dalam jumlah yang besar.
Sistem penyimpanan kustodian kripto menggabungkan dua kombinasi teknologi hot wallet yaitu dompet kripto yang terkoneksi dengan internet dan cold wallet, sebuah dompet yang tidak terhubung ke dalam internet.
Jenis-jenis Kustodian
Self-custody adalah salah satu jenis penyimpanan aset kripto yang memberikan investor kontrol penuh atas kripto mereka melalui private key dan kode unik yang membuka akses ke kepemilikan mereka. Self-custody dapat diimplementasikan melalui dompet perangkat lunak, termasuk varian desktop, seluler, online, atau melalui dompet perangkat keras, yang mengamankan private key dalam perangkat fisik.
Jenis penyimpanan self-custody memiliki beberapa keuntungan dan risiko yang dihadapi, antara lain:
Keuntungan:
- Kontrol mutlak atas aset digital Anda.
- Penghapusan risiko pihak ketiga.
Risiko:
- Tanggung jawab dalam menjaga private key.
- Kehilangan aset potensial jika private key hilang atau lupa.

