IHSG Dibuka Rebound Terdorong Saham Big Cap
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (9/4/2025), dibuka sempat melemah, meski akhirnya rebound tipis sebanyak 80 poin (1,33%) menjadi 6.074 hingga pukul 09.05 WIB .
Pengautan tersebut ditopang kenaikan sejumlah sektor saham, seperti sektor industry, sektor teknologi, sektor infrastruktur, sektor consumer non primer, hingga sektor keuangan. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor consumer primer, property, dan transportasi.
Baca Juga
Sampoerna Agro (SGRO) bakal Masuk Pasar Siapkan Dana Buyback Saham Rp 450 Miliar
Penguatan tersebut juga didukung rebound saham emiten big cap, seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI. Kenaikan juga didukung saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu, seperti TPIA dan BREN. Sebaliknya saham dengan penurunan dalam melanda saham MAPA, AMMS, SOFA, NINE, PANR.
IHSG kemarin ditutup anjlok sebanyak 514,48 poin (7,90%) menjadi 5.996,14 dengan pemodal asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham Rp 3,87 triliun. Net sell terbanyak melanda PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 1,27 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 1 triliun, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 875,85 miliar.
Pelemahan indeks kemarin dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham setelah sejumlah bursa saham dunia anjlok signfikan selama libur lebaran setelah Trump menerapkan kebijakan resiprokal perdagangan. Meski demikian, sejumlah bursa saham Asia mulai rebound hari ini, seperti Nikkei dan Hang Seng.
Baca Juga
Sunindo (SUNI) Catat Lompatan Laba 103,6%, Bahkan Lampaui Target Manajemen
Penurunan paling dalam melanda saham sektor material dasar dan sektor teknologi lebih dari 10%. Pelemahan juga dalam juga melanda saham industry, infrastruktur, consumer primer, dan energi lebih dari 8%. Sedangkan sektor dengan penurunan paling rendah dicatatkan consumer non primer hanya 4,97%.
Penurunan dahsyat IHSG tersebut juga sejalan dengan koreksi seluruh saham top 10 market cap di BEI, seperti saham BBCA melemah 8,53% menjadi Rp 7.775, BREN anjlok 13,82% menjadi Rp 4.740, BYAN melemah 0,75% menjadi Rp 19.875, BBRI turun 10,12% menjadi Rp 3.640, BMRI melemah 10,19% menjadi Rp 4.670, saham DCII melemah 10,69% menjadi Rp 150.000, AMMN melemah 14,23% menjadi Rp 4.610, DSSA melemah 5,69% menjadi Rp 40,175, dan TLKM turun 4,98% menjadi Rp 2.290. Sebaliknya saham TPIA ditutup stagnan level Rp 7.200.

