Laba Kalbe Farma (KLBF) Melesat Menjadi Rp 3,24 Triliun di 2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) membukukan lomptan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi Rp 3,24 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 2,76 triliun. Kenaikan tersebut menjadikan laba per saham meningkat dari Rp 59,81 menjadi Rp 70,16 per saham.
Manajemen KLBF dalam rilis kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (28/3/2025), menyebutkan bahwa kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan perseroan dari Rp 30,44 triliun menjadi Rp 32,62 triliun tahun lalu.
Baca Juga
Danantara akan Diguyur Dividen Bank Himbara Rp 47,91 Triliun pada April, Intip Perhitungannya
Perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bruto dari Rp 11,82 triliun menjadi Rp 12,95 triliun. Laba sebelum pajak penghasilan meningkat dari Rp 3,60 triliun menjadi Rp 4,21 triliun. Kenaikan tersebut ditopang atas peningkatan penghasilan bunga bersamaan dengan penurunan beban operasi lainnya dan beban bunga maupun keuangan.
Sebelumnya, Mandiri Sekuritas dan BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan prospek dan target harga saham Kalbe Farma (KLBF) kuat tahun ini. Prospek saham tersebut juga mengindikasikan berlanjutnya efisiensi biaya hingga kehadiran produk baru.
Baca Juga
Kalbe Farma (KLBF) Raih Penghargaan Lewat Inovasi Berbasis ESG
Hal tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham KLBF dengan target harga Rp 1.800. Sedangkan Mandiri Sekuritas merekomendasikan netral saham KLBF dengan target harga Rp 1.550.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sable Nur Amalina dan Natalia Sutanto mengatakan, keputusan peningkatan penggunaan mata uang Renminbi China sebagai acuan untuk pembelian bahan baku farmasi dan bahan aktif farmasi (API) telah diharapkan dapat mengurangi dampak fluktuasi rupiah terhadap dolar AS dan akhirnya membuka jalan terhadap peningkatan margin keuntungan. Pergeseran akan dilakukan secara bertahap dengan demikian diharapkan mengurangi ketergantungan dollar AS untuk pembelian bahan baku obat.

