First Resources Akuisisi 91,17% Saham Austindo Nusantara (ANJT), Nilainya Diperkirakan Segini
JAKARTA, investortrust.id - First Resources, perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikendalikan keluarga Fangiono, akan mengakusisi sebanyak 3,05 miliar atau 91,17% saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT). Penandatangan pengambilalihan saham tersebut dilakukan, Selasa 18 Maret 2025.
Sedangkan berdasarkan pengumuman resmi First Resources ke Singapore Exchange menyebutkan bahwa nilai akuisisi tersebut bisa mencapai US$ 329,75 jutaatau setara dengan Rp 5,4 triliun, dibandingkan dengan kapitalisasi pasar ANJT saat ini berkisar Rp 4,5 triliun. Nilai pembelian tersebut setara dengan PBV 0,86 kali.
Baca Juga
Hingga akhir 2024, Austindo Nusantara (ANJT) berhasil membukukan lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 9,64 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 5,15 juta.
Manajemen ANJT menyebutkan penandatangan rencana pengambilailan telah dilakukan First Resources melalui PT Ciliandra Perkasa selaku pembeli dengan penjualan saham ANJT PT Austindo Kencana Jaya, PT Memimpin Dengan Nurani, dan Sjakon George Tahija.
“Para penjualan dan pembeli telah menandatangani perjanjian jual dan beli saham berysarat pada 18 Maret 2025. Rencana pengambialihan ini tunduk pada peraturan OJK,” tulis manajemen dalam penjelasan resminya di Jakarta, Selasa (18/3/2025).
Akuisisi bertujuan untuk memperluas perkebunana kelapa sawit dan meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk mendukung operasi hilir yang semakin berkembang.
Baca Juga
Meski Hadapi Tantangan Berat di 2024, Austindo (ANJT) Cetak Lompatan Laba Ditopang Faktor Ini
Berdasarkan data PT Austindo Kencana Jaya dan PT Memimpin Dengan bertindak sebagai pengendali dengan kepemilikan masing-masing 40,486% saham ANJT. Sisanya dikuasai George Santosa 4,74%, Sjakon Geoge Tahija 4,737%, dan sisanya public.
Adapun Firss Resources merupakan perusahaan kelapa sawit dari Indonesia yang listing di Bursa Saham Singapura. Perusahaan menguasai seluas 215.128 hektare lahan tertanam sawit yang terdiri atas 194.364 sudah produksi dan 20,764 belum produksi.
First Resources membukukan lonjakan laba bersih dari US$ 145,4 juta menjadi US$ 245,8 juta pada akhir 2024. Begitu juga dengan penjualan meningkat dari US$ 980,6 juta menjadi US$ 1,03 miliar sampai Desember tahun lalu.
Hingga 2024, ANJT membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk menjadi US$ 9,64 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 5,15 juta. Sebaliknya pendapatan turun dari US$ 237,56 juta menjadi US$ 236,81 juta.
Perusahaan perkebunan kelapa sawit ini juga membukukan lompatan laba usaha dari US$ 21,64 juta menjadi US$ 30,14 juta. Peningkatan tersebut sejalan dengan penurunan beban karyawan, beban umum dan administrasi, serta peningkatan penghasilan lain-lain.
ANJT juga membukukan penurunan total aset menjadi US$ 573,20 juta pada 2024, dibandignkan periode sama tahun sebelumnya US$ 580,67 juta. Total liabilitas juga juga turun dari US$ 188,74 juta menjadi US$ 181,31 juta.

