Usai Resmi Listing Saham, Sinar Terang (MINE) Agresif Tambah Alat Berat untuk Hilirisasi Nikel
JAKARTA, investortrust.id – PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE) akan agresif menambah alat berat setelah meraup dana senilai Rp 132,3 miliar dari penawaran umum perdana (intial public offering/IPO) saham. Pembelian ini diharapkan berdampak positif terhadap kinerja keuangan perseroan ke depan.
Direktur Utama MINE Ivo Wangarry mengatakan, usai IPO saham, perseroan akan fokus pada program hilirisasi industri nikel di dalam negeri dan meningkatnya kebutuhan dunia terhadap nikel juga akan menjadi peluang bisnis yang baik bagi perusahaan.
Baca Juga
Resmi Melantai di BEI, Saham Sinar Terang (MINE) dan Jantra Grupo (KAQI) Meroket
MINE resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (10/3/2025). Pada saat dibuka, saham MINE langsung tembus auto reject atas (ARA) atau terbang 54 poin (25%) ke level Rp 270 per saham.
"Peningkatkan modal melalui IPO akan menjadikan perusahaan memiliki kemampuan yang lebih besar untuk mengoptimalkan peluang bisnis di sektor pertambangan dan mendukung program hilirasasi industri nikel yang kini menjadi salah satu fokus pemerintah," kata Ivo di Gedung BEI, Jakarta, (10/3/2025).
Lebi lanjut, dia menyebutkan usai IPO, perseroan akan meningkatkan jumlah alat berat agar kemampuan perseroan dalam penambangan nikel meningkat, sehingga berdampak langsung kepada pendapatan perseroan.
“Berkembangnya ekosistem kendaraan listrik (electric Vehicle/EV) dunia yang membutuhkan dukungan nikel memberi nilai tambah bagi Perseroan untuk meningkatkan keuntungan dalam jangka panjang. Sebagai pelaku bisnis, kami berharap juga dapat mendukung Indonesia sebagai bagian penting dari rantai pasok bahan baku baterai kendaraan listrik dunia,” terang Ivo.
Sebagai informasi, dalam hajatan IPO ini, perseroan menawarkan kepada para investor sebanyak 612,66 juta saham atau setara dengan 15% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Dengan harga perdana saham sebesar Rp216 per saham, MINE berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp 132,3 miliar.
Baca Juga
Market Cap Rp 404 Triliun, DCI Indonesia (DCII) Bersiap Salip Bank Mandiri (BMRI)
Selama masa penawaran awal dan umum, IPO perseroan mendapat antusiasme luar biasa dari investor. Hal tersebut tercermin dari besarnya permintaan pada pooling yang mengalami oversubscribe hingga 25 kali. MINE menunjuk PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk sebagai underwriter atau penjamin pelaksana emisi efek.
Secara kinerja keuangan, pada 31 Agustus 2024 perusahaan mencatat pendapatan sebesar Rp 1,36 triliun atau meningkat 40,8% dibandingkan periode yang sama tahun 2023 sebesar Rp 968,05 miliar. Meningkatnya pendapatan tersebut didorong oleh kenaikan total material movement dari penambangan nikel sebesar 47,0% dari 6,7 juta bank cubic meter (bcm) pada tanggal 31 Agustus 2023 menjadi 9,8 juta bcm pada 31 Agustus 2024.
Sedangkan pada penutupan perdagangan saham sesi I BEI, saham MINE melesat hingga auto reject atas (ARA) sebanyak Rp 54 (25%) menjadi Rp 270.

