Target Harga Saham Indofood CBP (ICBP) Menggiurkan, Simak Analis Ini
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), seiring dengan outlook pertumbuhan laba bersrih tetap kuat sampai tahun 2024.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Natalia Sutanto mengatakan, rekomendasi beli tersebut memperkitakan perkiraan kenaikan pendapatan perseroan mencapai 7% tahun depan, seiring ekspektasi peningkatan volume penjualan dan rata-rata harga jual.
Baca Juga
Saham ICBP dan MYOR Disebut Jadi Pemenang, Berikut Analisanya
Begitu juga dengan rata-rata margin keuntungan perseroan diprediksi tumbuh sejalan degan perkiraan harga bahan baku CPO dan gandum cenderung stagnan tahun depan. Hal ini diharapkan menaikkan gross margin ICBP sebanyak 20 bps.
“Perseroan juga didukung pelaksanaan pemilu pada semester I-2024. Berbagai hal tersebut diharapkan membuat laba bersih perseroan tetap melambung menjadi Rp 10,7 triliun tahun depan dan laba inti diperkirakan naik menjadi Rp 9,7 triliun,” tulisnya dalam riset yang dipublikasikan di Jakarta, kemarin.
Selain itu, Natalia mengatakan, ICBP akan mendapatkan sumbangan pertumbuhan pendapatan dari segmen bisnis di luar negeri. Kenaikan datang dari pertumbuhan pasar di Timur Tengah dan Afrika. Sedangkan penjualan di pasar domestic, perseroan kemungkinan tetap mampu untuk mencatatkan kenaikan penjualan mie instan akibat kenaikan inflasi pangan.
Berbgai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk tetap mempertahankan rekomendasi beli saham ICBP dengan target harga Rp 13.000. Taret harga tersebut juga menggambarkan diversifikasi produk dan stabilnya volume penjualan.
Baca Juga
Beban Bunga Turun, Indofood (INDF) Sukses Cetak Kenaikan Laba
BRI Danareksa Sekurtias memperkirakan kenaikan laba bersih ICBP menjadi Rp 9,20 triliun tahun ini dan diharapkan naik menjadi Rp 10,69 triliun pada 2024, dibandingkan raihan tahun lalu Rp 4,58 triliun.
Begitu juga dengan proyeksi pendapatan meningkat menjadi Rp 67,88 triliun pada 2023 dan menjadi Rp 73,25 triliun pada 2024, dibandingkan perolehan tahun lalu senilai Rp 64,79 triliun.

