Komisi Sekuritas dan Bursa AS Mulai Setujui Banyak ETF XRP, Bagaimana Dampaknya ke Harga?
JAKARTA, investortrust.id - Perlombaan untuk meluncurkan dana yang diperdagangkan di bursa (Exchange Traded Fund/ETF) berbasis kripto di Amerika Serikat (AS) terus berlanjut. XRP pun telah mencapai tonggak sejarah lainnya karena pengajuan Bitwise telah diakui secara resmi oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).
Pengajuan 19b-4, yang dipublikasikan dalam Federal Register, berarti bahwa proses persetujuan lembaga tersebut telah dimulai, sementara pihak yang berkepentingan memiliki waktu 21 hari untuk mengirimkan komentar mereka.
Setelah tenggat waktu tersebut, regulator AS memiliki hak untuk "menyetujui, tidak menyetujui, atau memulai proses hukum." Ingatlah bahwa SEC sebelumnya mengakui pengajuan ETF XRP dari Grayscale dan 21Shares, sementara pengajuan dari Canary Capital dan WisdomTree masih tertunda. Terantar SEC baru saja mengakui pengajuan ETF XRP lainnya, kali ini dari Bitwise.
Tidak seperti pengakuan aplikasi ETF XRP 21Shares, yang menyebabkan kegemparan langsung bagi aset yang mendasarinya, kali ini, mata uang kripto tersebut gagal menghasilkan keuntungan substansial apa pun dalam beberapa jam pertama setelah berita tersebut tersiar. XRP, bersama sebagian besar pasar, berada dalam posisi yang sangat buruk hari ini, sempat turun lebih dari 5% dalam skala 24 jam menjadi di bawah US$ 2,5.
Meskipun ada pengakuan dari SEC AS, lembaga tersebut masih terlibat dalam pertarungan hukum melawan Ripple. Para ahli percaya gugatan tersebut perlu diselesaikan terlebih dahulu sebelum persetujuan potensial untuk ETF XRP.
Selain itu, melansir CryptoPotato, Rabu (19/2/2025) para ahli ETF Bloomberg, James Seyffart dan Eric Balchunas, baru-baru ini menegaskan bahwa XRP bukanlah pemimpin dalam hal aset kripto mana yang selanjutnya setelah BTC dan ETH untuk memiliki dana yang diperdagangkan di bursa sendiri. Duo tersebut menempatkan Litecoin serta Dogecoin di depannya.
Meskipun demikian, CEO Ripple, Brad Garlinghouse, tetap optimis karena ia telah menegaskan beberapa kali bahwa ETF XRP 'tidak dapat dihindari.
Baca Juga
Pecahkan Rekor "All Time High", Bagaimana Proyeksi Harga XRP Selanjutnya?
Di sisi lain, harga XRP saat ini mengalami volatilitas yang signifikan setelah pengumuman dari SEC terkait pengakuan atas pengajuan ETF XRP.
Meskipun harga XRP sempat melonjak tajam pada minggu sebelumnya, pasar dengan cepat mengalami koreksi, mengingat banyak investor yang memilih untuk mengambil keuntungan dari kenaikan tersebut. Hal ini menandakan bahwa pasar kripto yang sangat spekulatif sering kali dipengaruhi oleh reaksi cepat terhadap berita, baik positif maupun negatif.
Menilik data Coinmarketcap, Rabu (19/2/2025) pukul 08.20 WIB, harga XRP tengah anjlok 4,24% dalam 24 jam terakhir ke posisi US$ 2,53. Namun dalam sepekan masih membukukan kenaikan 4,81%. Pasar kripto tak hanya XRP, koin-koin lainnya tercatat juga tengah berada di zona merah, sebut saja Bitcoin yang merosot 0,81% dan Ethereum minus 2,21%.
Kapitalisasi pasar kripto global adalah US$ 3,13 triliun, penurunan 1,61% selama hari terakhir. Sementara total volume pasar kripto selama 24 jam terakhir adalah US$ 108,36 miliar, yang berarti peningkatan 15,20%.
Setelah pengakuan SEC pada tanggal 13 Februari tentang pengajuan ETF XRP oleh Grayscale, harga XRP ini mengalami lonjakan sekitar 22% dalam beberapa hari. Namun, keuntungan ini tidak bertahan lama. Begitu pengumuman resmi keluar, banyak investor jangka pendek memutuskan untuk menjual dan merealisasikan keuntungan mereka, sebuah pola yang sering terlihat dalam pasar kripto yang dikenal dengan istilah sell the news.
Baca Juga
Paling Banyak Dicari di Google, XRP Kini Dekati Rekor Tertinggi Sepanjang Masa
Terkait proyeksi, melansir Coingape, Rabu (19/2/2025) saat ini, XRP berada di antara dua garis tren penting: EMA 50 hari di sekitar US$ 2,59 dan EMA 200 hari di sekitar US$ 1,73. Ketegangan antara kedua level ini menciptakan pola yang berisiko, di mana harga dapat bergerak lebih tinggi atau lebih rendah tergantung pada volume perdagangan dan sentimen pasar.
Jika XRP berhasil bertahan di atas level US$ 2,60 dan ada lonjakan minat beli, maka ada kemungkinan harga dapat kembali naik menuju level resistansi di angka US$ 3,00. Sebaliknya, jika level dukungan US$ 2,60 gagal bertahan, harga XRP bisa turun lebih lanjut, bahkan mencapai US$ 2,25.

