Donald Trump Disebut Rutin Bertemu The Fed, Dampak Positif bagi Kripto?
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Dewan Ekonomi Nasional dan Dewan Penasihat Gedung Putih untuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yaitu Kevin Hassett mengungkapkan, saat ini Trump rutin melakukan pertemuan dengan Ketua Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell.
“Jerome Powell adalah orang yang independen. Independensi Federal Reserve dihormati. Intinya adalah pendapat presiden juga dapat didengar, dia adalah presiden AS,” ujarnya, dilansir dari Cointelegraph, Senin (17/2/2025).
Kevin menyatakan jika suku bunga jangka panjang telah turun sejak pemerintah Trump menjabat. Di sisi bersamaan, pengurangan 40% pada suku bunga treasury 10 tahun menjadi bukti bahwa pasar yakin inflasi akan turun.
Baca Juga
Tingkat Stres Investor Kripto di Uni Emirat Arab Tertinggi di Dunia, Indonesia Bagaimana?
Suku bunga yang lebih rendah menjadi katalis positif bagi aset kripto dan kelas aset berisiko lainnya, karena akses ke kredit murah mendorong pelaku pasar untuk meminjam modal guna menggarap investasi dan bisnis.
Pada 11 Februari lalu, Ketua The Fed Jerome Powell memberikan kesaksian di hadapan Komite Perbankan Senat dan mengatakan bahwa bank sentral tidak perlu terburu-buru untuk menyesuaikan suku bunga, sehingga menimbulkan keraguan atas pemotongan suku bunga di masa mendatang pada tahun 2025.
Baca Juga
Sementara, Biro Statistik Tenaga Kerja AS merilis laporan indeks harga konsumen Januari 2024 pada 12 Februari lalu yang menunjukkan angka inflasi lebih tinggi dari perkiraan. Menurut laporan tersebut, inflasi tahunan mencapai 3% pada Januari 2025, meningkat 0,1% dari ekspektasi, menyebabkan Bitcoin turun di bawah US$ 95.000 karena investor mengantisipasi lingkungan suku bunga tinggi dalam beberapa bulan mendatang.
Inflasi yang terus menerus meningkat, perang dagang yang membayangi, dan risiko ekonomi makro lainnya telah membuat investor berhati-hati dalam berinvestasi pada aset berisiko seperti kripto.
FedWatch Chicago Mercantile Exchange Tools saat ini menunjukkan bahwa hanya 3% pelaku pasar yang meyakini The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan The Fed berikutnya di bulan Maret mendatang.

