Perang Dagang Ditunda, Emas Jadi Pilihan Investor
JAKARTA, investortrust.id - Harga emas dunia melesat ke level US$ 2.814 per troy ons Selasa, (4/2/2025) karena meningkatnya permintaan terhadap aset safe-haven seiring investor mencerna penundaan kebijakan tarif Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Dalam riset Indonesia Commodity and Derivative Exchange (ICDX), Presiden Donald Trump pada Senin (3/2/2025) menyetujui penangguhan 30 hari mengenai ancaman tarifnya terhadap Meksiko dan Kanada sebagai dua mitra dagang terbesar Amerika mengambil langkah-langkah untuk meredakan kekhawatiran mengenai keamanan perbatasan dan perdagangan narkoba.
Sebelumnya pada Sabtu (1/2) lalu, Amerika Serikat telah mengumumkan tarif sebesar 25% untuk barang-barang dari Kanada dan Meksiko, dan 10% untuk barang-barang dari China, yang akan mulai berlaku pada hari ini.
Baca Juga
"Namun, keputusan untuk menunda kebijakan ini pada akhirnya memunculkan kekhawatiran perang dagang yang mengguncang pasar logam mulia, dengan harga emas dan perak AS melonjak di atas standar internasional dalam beberapa pekan terakhir," tulis riset ICDX, Selasa (4/2/2025).
Akibatnya, para dealer dan pedagang membawa logam mulia dalam jumlah besar ke AS sebelum tarif diberlakukan. "Meski terdapat dampak negatif dari penguatan dolar pada pasar emas, harga emas telah mengalami kenaikan yang didorong oleh ketidakpastian seputar tarif Trump," ulas riset tersebut.
Baca Juga
Selain itu, investor menunggu data mengenai survei pembukaan pekerjaan dan perputaran tenaga kerja (JOLTS) untuk mengukur kesehatan perekonomian AS. Data pembukaan lowongan kerja AS tercatat meningkat menjadi 8,10 juta pada November 2024, angka ini lebih tinggi dari perkiraan analis sebesar 7,73 juta yang mengindikasikan pasar tenaga kerja masih memanas.
"Jumlah pembukaan lowongan kerja AS untuk Desember 2024 yang akan rilis malam ini diperkirakan turun tipis menjadi 8,01 juta," paparnya.
ICDX memprediksikan harga emas meningkat dengan support saat ini beralih ke area US$ 2.812 - US$ 2.805 dan resistance terdekat berada di area US$ 2.825 - US$ 2.831. Support terjauhnya berada di area US$ 2.792, sementara untuk resistance terjauhnya berada di area US$ 2.844.

