Saat Volatilitas Saham Naik, Mirae Sekuritas Sarankan Strategi Trading Jangka Pendek
JAKARTA, inveestortrust.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia menyarankan investor dan trader untuk bertransaksi (trading) jangka pendek dan memanfaatkan volatilitas pasar awal tahun ini. Sedangkan saham komoditas dan energi bisa menjadi pilihan.
Head of Investment Information Mirae Asset Martha Christina menyarankan investor dan trader menerapkan strategi “buy on support and sell on resistance” begitu pasar mengalami volatilitas. Kalau sudah untung disarankan untuk langsung dijual.
“Saat pasar cederung bergerak sideways, investor dan trader disarankan untuk lebih memperhatikan analisis teknikal dengan prinsip buy on support and sell on resistance, yaitu jangan menunggu jual kalau naik tinggi hingga menembus resistance,” ujarnya dalam penjelasan resminya di Jakarta, Jumat (24/1/2025).
Baca Juga
Buka Akses Investasi Pasar Modal, KB Bank Gandeng Mirae Asset
Selain itu, dia mengatakan, kondisi pasar saham saat ini bisa dimanfaatkan pelaku pasar untuk bertransaksi pada saham yang memproduksi komoditas dan energi serta pada saham perusahaan yang bisnisnya terkait kedua sektor tadi.
Dia menilai bahwa pelaku pasar memiliki ekspektasi tinggi terhadap perusahaan energi setelah Presiden AS Donald Trump kembali memfokuskan bahan bakar fosil (fossil fuel), dibanding bahan bakar ramah lingkungan (green fuel).
Selain itu, dia mengatkan, harga komoditas diprediksi lebih fluktuatif ke depan, dibanding sebelumnya terdera sentimen global, dibanding kondisi fundamental perusahaan itu sendiri maupun kondisi dalam negeri.
Baca Juga
Mirae Prediksi Total Dividen 2025 Capai Rp 322,4 Triliun, Lima Emiten Ini Terbanyak
Penurunan harga komoditas global di akhir 2024, lanjutnya, juga telah memberikan dampak langsung pada sektor energi dan logam dasar, terutama pada harga minyak mentah dan beberapa bahan kimia.
M-STOCK
Selain dapat memanfaatkan momentum volatilitas pasar dengan bertransaksi aktif jangka pendek, Martha mengatakan, investor dan trader dapat memanfaatkan bantuan AI melalui MAIA di aplikasi mobile M-STOCK yang dapat diunduh di Play Store maupun App Store.
MAIA dirancang untuk membantu investor dan trader dalam melakukan bertransaksi saham dengan cara yang baru serta meningkatkan pengalaman dalam menggunakan aplikasi M-STOCK sehingga dapat membantu mereka dalam mengelola strategi trading.
M-STOCK dan MAIA adalah salah satu bentuk inovasi tanpa henti Mirae Asset. Sebagai salah satu broker ritel terkemuka di Indonesia, Mirae Asset telah membangun reputasi melalui berbagai inovasi, mulai dari pengembangan sistem perdagangan online pertama di Indonesia hingga platform informasi pasar yang mendukung literasi keuangan masyarakat.
Diluncurkan pada akhir 2024, fitur MAIA di aplikasi M-STOCK semakin memperkuat komitmen Mirae Asset untuk berinovasi. Inovasi tersebut bertujuan memberikan solusi terbaik bagi pengguna, menciptakan pengalaman trading yang lebih optimal, dan terus memimpin transformasi digital di pasar modal.
MAIA hadir sebagai asisten transaksi yang mendukung investor dan trader dalam mengambil keputusan logis di pasar saham berdasarkan analisis teknikal, indikator, tren, serta preferensi pribadi investor.
Asisten AI ini mampu melakukan transaksi jual-beli, profit taking, dan membatasi kerugian (cut loss) sesuai strategi yang telah ditentukan di awal oleh investor. Hal ini membantu investor dan trader menghindari keputusan yang impulsif dan emosional.
Dengan MAIA, investor dan trader juga dapat menerapkan pengelolaan dana yang lebih baik (money management), terutama ketika membeli saham di harga yang lebih rendah daripada sebelumnya (average down).
Pengguna M-STOCK yang menggunakan MAIA dapat memilih saham yang akan diinvestasikan dari indeks LQ-45, dengan rentang waktu penggunaan hingga 90 hari dan dapat diperpanjang. Setelah memilih saham yang ingin diinvestasikan, investor dapat melakukan backtesting dari strategi yang sudah dipilih atau dibuat dengan MAIA.
Kehadiran teknologi AI di pasar modal ini diyakini mampu membuat waktu investor dan trader menjadi lebih efisien dalam menghadapi dinamika pasar saham yang dinamis.
Grafik IHSG

