IHSG Pekan Dua 2025 Melorot 1,05%, Pemodal Asing mulai Koleksi Saham Prajogo Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan kedua tahun 2025 ditutup melemah sebanyak 75,56 poin (1,05%) menjadi 7.088.86. Penurunan tersebut memicu kapitalisasi pasar (market cap) turun sebanyak 0,34% menjadi 12.403 triliun.
Rata-rata nilai transaksi harian juga turun menjadi Rp 8,72 triliun, dibandingkan pekan sebelumnya mencapai 9,73 triliun per hari. Volume perdagangan juga mengalamai penurunan.
Baca Juga
Wall Street Ambles Setelah Rilis Data Tenaga Kerja AS, Dow Jones Anjlok Hampir 700 Poin
Pelemahan indeks pekan ini dipicu atas kejatuhan hampir seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar anjlok 3,74%, sektor keuangan 1,58%, sektor property 1,69%, sektor consumer primer 1,21%, sektor industry 1,03%. Satu-satunya sektor saham yang masih berhasil naik adalah saham sektor energi 1,52%.
Terkait aktivitas pemodal asing, BEI mencatatkan penjualan bersih (net sell) saham sebanyak Rp 2,93 triliun sepanjang tahun 2025 berjalan atau year to date (ytd). Terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 757,86 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 380,38 miliar, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 332,18 miliar, PT Sarana Menara Infrastructure Tbk (TOWR) Rp 285,57 miliar, dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 244,53 miliar.
Baca Juga
Transaksi Kripto Melonjak 356,1%, Pengaturan Kripto dan Derivatif Keuangan Dialihkan ke OJK dan BI
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih terbanyak ytd, yaitu saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 100,85 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 81,63 miliar, PT Avia Avian Tbk (AVIA) Rp 77,68 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 62,87 miliar, dan PT MAP Aktif Adiperkasa Tbk (MAPA) Rp 59,65 miliar.
Sedangkan kemarin, IHSG ditutup naik menguat 24,28 poin (0,34%) menjadi 7.088,87. Kenaikan ini ditopang penguatan beberapa sektor saham ini, yaitu saham sektor material dasar 2,23%, sektor energi 2,46%, sektor industry 0,60%, sektor consumer primer 0,52%, dan sektor infrastruktur 0,67%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor keuangan, property, teknologi, dan kesehatan.
Grafik IHSG Sepekan

