Bendungan Rukoh di Aceh Garapan Waskita Karya (WSKT) akan Diresmikan
JAKARTA, investortrust.id - Bendungan Rukoh garapan PT Waskita Karya (Persero) Tbk yang terletak di Kabupaten Pidie, Aceh akan diresmikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) pada awal tahun ini. Bendungan senilai Rp 1,7 triliun itu memiliki kapasitas tampung sebanyak 128 juta meter kubik (m3).
Proyek tersebut nantinya akan mengairi lahan irigasi seluas 11.950 hektare (ha) dengan pola tanam padi-padi-palawija dan intensitas tanam 300%.
Corporate Secretary WSKT Ermy Puspa Yunita mengatakan, pembangunan Bendungan Rukoh merupakan wujud dukungan terhadap ketahanan air dan kedaulatan pangan di Aceh. Nantinya, aliran air dari bendungan ke lahan irigasi akan meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga turut berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat di provinsi tersebut.
Baca Juga
“Bendungan Rukoh diharapkan dapat memberikan multiplier effect bagi masyarakat. Tidak hanya untuk irigasi, tapi juga bisa mengurangi potensi banjir hingga 89,62%," kata Ermy dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id Jumat (10/1/2025).
Proyek ini, lanjutnya, berpotensi menjadi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebesar 140 MegaWatt (MW) dan mampu menyediakan air baku sebesar 0,90 m3 per detik.
“Bendungan Rukoh pun sudah proses pengisian air waduk atau impounding pada akhir Desember lalu. Harapannya, manfaat bendungan bisa segera dirasakan oleh masyarakat Aceh, khusus di sekitar Kabupaten Pidie,” terang dia.
Sebagai informasi, Waskita Karya mengerjakan Bendungan Rukoh Paket II melalui Kerja Sama Operasi (KSO) Waskita-Adhi-Andesmont dengan nilai kontrak sebesar Rp 1,24 triliun. Sebelumnya sepanjang 2024, ada empat bendungan garapan Perseroan yang telah diresmikan. Bendungan itu mencakup Karian pada Januari, Margatiga dan Leuwikeris pada Agustus, serta Temef pada Oktober.

