Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 14,81 Juta, 79% Gen Z dan Milenial
JAKARTA, investortrust.id - Jumlah investor pasar modal per 24 Desember 2024 menembus 14,81 juta Single Investor Identification (SID) atau bertambah 2,6 juta dalam setahun. Sekitar 79% di antaranya berusia muda di bawah 40 tahun alias Gen Z dan milenial.
Jumlah investor pasar modal melampaui target yang dipatok Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 2 juta investor per tahun atau meningkat 22,21% selama tahun berjalan (year to date/ytd).
“Syukur alhamdulillah kita mencapai 2,6 juta investor. Tentunya perkembangan ini menegaskan keberhasilan upaya inklusi yang telah kita lakukan bersama oleh kita semua,” ujar Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK, Inarno Djajadi pada Peresmian Penutupan Perdagangan BEI Tahun 2024 di Jakarta, Senin (30/12/2024).
Baca Juga
OJK Sambut Baik Usulan Menkeu Sri Mulyani Terkait Edukasi Pasar Modal Sejak SD
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman menyatakan, kinerja BEI masih kompetitif secara global atau dibandingkan bursa saham negara-negara lainnya.
“Saya bangga melaporkan bahwa pasar modal kita tidak hanya bertahan di tengah ketidakpastian global, tetapi juga terus menunjukkan daya saing yang tinggi, baik di ASEAN maupun dalam skala global,” kata dia.
Berdasarkan data BEI, total investor pasar modal yang berjumlah 14,84 juta per 24 Desember 2024 terdiri atas investor saham, obligasi, dan reksa dana. Jumlah investor saham meningkat 1 juta lebih menjadi 6,37 juta. Dari sisi partisipasi investor, rata-rata investor yang aktif bertransaksi hingga 24 Desember 2024 mencapai 147 ribu per hari.
Dari jumlah kepemilikan investor, porsi transaksi investor ritel masih stabil, yakni 32,8%. Transaksi investor institusi asing meningkat dengan porsi transaksi mencapai 36,6% dari total rata-rata nilai transaksi harian per November 2024.
Menurut Inarno Djajadi, peningkatan jumlah investor di pasar modal Indonesia merupakan hasil edukasi dan sosialisasi pasar modal yang masif serta menjangkau masyarakat secara luas. Hingga 27 Desember 2024, di seluruh Indonesia telah berlangsung 33.955 kegiatan edukasi, dengan jumlah peserta 57,4 juta orang.
Di Bawah Usia 40 Tahun
Inarno mengungkapkan, mayoritas SID individu didominasi investor berusia di bawah 40 tahun yang mencapai 79% dari total SID. “Ini menunjukkan potensi yang besar dari generasi ini dalam mendorong pertumbuhan pasar modal di masa yang akan datang,” tegas dia.
Data yang dihimpun investortrust.id menunjukkan, komposisi investor berdasarkan usia individu per November 2024 didominasi kelompok usia di bawah 30 tahun sebesar 54,92% dengan nilai aset Rp 53,83 triliun. Kemudian usia 31-40 tahun dengan persentase 24,42% dan nilai aset Rp 272,60 triliun.
Dengan demikian, seperti tahun sebelumnya, Gen Z (lahir 1997–2012, kini berusia 12–27 tahun) dan milenial (lahir 1981-1996, kini berusia 28–43 tahun) masih mendominasi komposisi investor di pasar modal domestik.
Baca Juga
OJK : Pasar Modal Indonesia Resilien Di Tengah Ketidakpastian Geopolitik dan Tahun Politik
Adapun berdasarkan nilai aset, kelompok usia di atas 60 tahun membukukan nilai aset paling besar, yaitu Rp 865,48 triliun walaupun mencatatkan jumlah persentase paling sedikit, yaitu 2,95%. Selanjutnya kelompok usia 51-60 tahun dengan persentase 5,71% yang mencatatkan nilai aset Rp 283,33 triliun.
Dari sisi peta sebaran investor domestik, mayoritas investor berasal dari Jawa (69,1%) dengan total nilai aset Rp 4.684,1 triliun, disusul daerah Kalimantan (4,9%) yang menyumbang Rp 158,7 triliun. Daerah Sumatera (15,8%) berada di urutan ketiga dengan total nilai aset Rp 108,7 triliun.
SelanjutnyaBali, NTB, NTT (3,7%) dengan nilai aset Rp 23,1 triliun, Sulawesi (5,4%) dengan nilai aset Rp 17,85 triliun, serta Maluku-Papua (1,3%) dengan nilai aset Rp 6,2 triliun.

