Sesi Pertama di Tahun 2025, IHSG Ditutup Menguat 0,73%
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) berhasil menguat 51,44 poin atau 0,73% ke level 7.131,3 pada penutupan perdagangan sesi I, Kamis (2/1/2025).
Pada perdagangan perdana tahun 2025, pergerakan indeks di sesi tersebut berada dalam rentang 7.088,32-7.137,57 dengan nilai transaksi Rp 4,59 triliun. Kemudian, volume perdagangan mencapai 11,16 miliar saham dengan total transaksi 678.345 kali.
Penguatan IHSG di hari pertama perdagangan tahun baru ini, turut ditopang penguatan indeks sektor energi sebanyak 0,74%, sektor saham barang baku 0,50%, serta indeks sektor saham properti dan keuangan yang masing-masing naik 0,23%.
Baca Juga
IHSG Tergerus 2,65%, OJK: Pasar Modal Menunjukkan Pertumbuhan Cukup Baik
Meski IHSG ditutup menguat, bergerak di zona hijau, sejumlah saham justru mengalami pelemahan dan masuk deretan top losers. Saham dimaksud, di antaranya PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) yang turun 15,99% menjadi Rp 1.130, PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) turun 9.89% menjadi Rp 164, dan PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) turun 9,29% menjadi Rp 635.
Pelemahan juga dialami saham PT Estee Gold Feet Tbk (EURO) yang melemah 8,85% menjadi Rp 103, dan PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP) melemah 8,47% menjadi Rp 54.
Baca Juga
IHSG Bergerak Menguat ke 7.104 di Awal Perdagangan Tahun 2025
Sebaliknya saham yang menorehkan penguatan, terdapat PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) sebesar 34,67%, PT Bekasi Asri Pemula Tbk (BAPA) yang menguat 30,36%, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) naik 15,52%, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BMRS) sebanyak 13,29%.
Sebelumnya, IHSG telah kembali ditutup pada zona hijau sejak penutupan perdagangan di penghujung tahun 2024. IHSG ditutup di level 7.079,91 atau menguat 0,62% dibandingkan dengan hari sebelumnya.

