Gelar Rights Issue Ditambah Penguatan Industri, Saham GMF Aero Asia (GMFI) Berpotensi Bangkit
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Garuda Maintanance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) atau GMF Aero Asia berpotensi bangkit menuju level Rp 80. Penguatan didukung masuknya dana segar dari penerbitan saham baru (rights issue) dengan target dana Rp 469,46 miliar.
Peluang kebangkitan saham GMFI juga didukung terus menggeliatnya industri penerbangan yang terdorong kenaikan permintaan perjalanan melalui pesawat terbang. Peluang kenaikan juga didukung atas masuknya dana pinjaman dari BNI senilai US$ 90,5 juta.
Baca Juga
GMF Aero Asia (GMFI) Rights Issue, Garuda (GIAA) Eksekusi Saham lewat Inbreng Aset Rp 418 Miliar
“Kami memperkirakan bahwa saham GMFI akan mulai bangkti dengan target harga menuju level Rp 80. Penguatan tersebut mengindikasikan prospek industri yang terus menguat,” ujarnya di Jakarta, kemarin.
Perseroan sebelumnyan telah meraih restu pemegang saham untuk menggelar rights issue sebanyak 11,7 miliar saham. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur modal serta meningkatkan fleksibilitas perusahaan.
Peluang pertumbuhan kinerja keuangan perseroan juga didukung rencana PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) untuk menambah jumlah armada sebanyak 20 unit pesawat tahun 2025. Rencana tersebut diyakini sebagai upaya perseroan untuk mengoptimalkan layanan kepada penumpang.
Baca Juga
Garuda Indonesia (GIAA) Ingin Tambah 20 Armada Pesawat Tahun 2025
Adapun keputusan Garuda Indonesia untuk menambah aramada baru ini merespons tingginya pemrmintaan terhadap jasa transportasi pesawat. Diketahui saat ini jumlah pesawat di Tanah Air hanya berkisar 390 unit. Angka itu lebih sedikit apabila dibandingkan sebelum pandemi covid-19 yang mencapai kisaran 700 unit.
Penambahan pesawat tersebut akan berdampak terhadap penambahan jumlah pesawat yang akan dirawat maupun maintenance melalui GMFI.
Grafik Saham GMFI

