Usai Tembus US$ 100.000, Bitcoin Masih Menawarkan Potensi Keuntungan
JAKARTA, investortrust.id - Harga Bitcoin telah tembus US$ 100.000 dalam beberapa hari lalu. Meski baru-baru ini mengalami penurunan harga, namun aset kripto terbesar di dunia ini tetap menjadi sorotan banyak investor.
Trader Tokocrypto Fyqieh Fachrur mengungkapkan, dengan harga Bitcoin yang sempat melampaui US$ 100.000 menunjukkan bahwa Bitcoin telah mencapai tahap penting dalam perjalanan menjadi aset yang diterima secara luas di masyarakat.
“Meskipun harga saat ini tinggi, Bitcoin tetap menawarkan potensi keuntungan besar dalam jangka panjang,” ujarnya, dalam keterangan pers, Jumat (6/12/2024).
Menurut Fyqieh, Bitcoin menunjukkan pertumbuhan yang luar biasa sepanjang 2024 mencapai 131% secara year to date (ytd). Berbagai analis, lanjut dia, mengungkapkan Bitcoin berpotensi untuk melanjutkan tren kenaikan harga dalam jangka panjang, meskipun saat ini masing mengalami fluktuasi.
Baca Juga
Bitcoin Alami Likuidasi Besar-besaran, Harga BTC Tinggalkan Level Psikologis US$ 100.000
“Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa harga Bitcoin bisa mencapai US$ 200.000 pada akhir 2025, sementara ada yang lebih optimis memproyeksikan harga Bitcoin akan melampaui US$ 1 juta pada 2030,” katanya.
Salah satu alasan dibalik proyeksi kenaikan ini, lanjut Fyqieh, adalah adopsi Bitcoin yang semakin meluas, baik di kalangan investor institusional maupun regulasi yang mendukung ekosistem kripto itu sendiri.
Baca Juga
Bitcoin Tembus US$ 100.000 untuk Pertama Kalinya, Bull Run Crypto Lanjut Hingga 2025?
“Dengan meningkatnya adopsi institusional, Bitcoin semakin dianggap sebagai aset yang sah dan stabil,” ucap dia.
Sekadar informasi, jika melirik data CoinMarketCap, Jumat (6/12/2024), harga Bitcoin mencapai US$ 97.955,91 pada pukul 12.34 WIB atau menurun 5,12% dalam 24 jam terakhir. Kamis (5/12/2024) kemarin, Bitcoin sempat mencapai titik tertinggi baru atau all time high (ATH) sebesar US$ 103.551,74.

