Bos JFX: Literasi jadi Tantangan Terbesar Perdagangan Berjangka
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta atau Jakarta Futures Exchange (JFX) Stephanus Paulus Lumintang menilai tantangan terbesar dalam perdagangan berjangka adalah literasi.
“Menurut saya literasi adalah menyadarkan, serta menginformasikan kepada seluruh khalayak masyarakat akan pentingnya investasi, akan pentingnya proteksi, sesuai dengan bidangnya masing-masing,” kata Stephanus dalam wawancara bersama investortrust.id di Kantor Investortrust, The Convergence Indonesia, Jakarta, Rabu (13/11/2024).
Mengingat pentingnya literasi, Stephanus mengatakan, dengan adanya pasar derivatif di perdagangan berjangka melalui Bursa Berjangka Jakarta, dengan ini dapat meningkatkan kuantitas pengetahuan masyarakat tentang perdagangan berjangka.
“Dengan adanya bonus demografi yang ada saat ini di Indonesia, ini merupakan salah satu potensi yang harus digunakan secara maksimal. Knowledge and skill perlu ditingkatkan. Itu tantangan yang terbesar,” ungkap Stephanus.
Baca Juga
JFX Beberkan Pencapaian Selama 25 Tahun hingga Strategi Gaet Investor Baru
Lantaran menurut Stephanus, pada saat masyarakat memahami semua level investasi yang ada di Indonesia, hal itu akan menciptakan sebuah iklim investasi, serta komunitas investor untuk masuk ke dalam pasar yang disediakan di Indonesia.
Pesan ke Gen Z
Lebih lanjut, Stephanus juga berpesan untuk generasi Z (Gen Z) yang saat ini perlu memahami dan memiliki pengetahuan terhadap jenis-jenis investasi yang ada di Indonesia.
“Perlu diketahui secara cermat, perlu memilah mana yang legal, mana yang illegal. Perlu mempelajari dan mempertimbangkan tingkat resiko yang saya sanggupi di tingkat mana, karena investasi adalah penuh dengan risiko,” jelas dia.
Baca Juga
JFX Optimistis Program Hilirisasi Bisa Dorong Pertumbuhan Ekonomi RI Capai 8%
Tentunya ini sebuah potensi yang patut dipertimbangkan dengan risiko yang lebih terukur dengan kemampuan finansial kapasitas yang dimiliki sebagai investor.
“Buat para investor muda, Gen Z khususnya, jangan tunda investasi. Jangan pernah berhenti untuk belajar berinvestasi dan berinovasi. Jadilah kontributor dalam meningkatkan investasi perputaran di Indonesia agar mempercepat pencapaian menuju Indonesia emas 2045, salah satunya adalah melalui perdagangan berjangka yang kami telah siapkan di Bursa Berjangka Jakarta,” tutup Stephanus.

