Lo Kheng Hong Sebut Alasan Beli saham NISP dan BNGA
JAKARTA, investortrust.id - Investor kawakan Lo Kheng Hong mengaku dirinya tertarik investasi saham sektor perbankan, karena dinilai masih menjadi sektor dengan performa kinerja terbaik dengan tingkat keuntungan paling besar.
“Saya paling suka dengan saham sektor perbankan, ada bank bisa untung Rp 60 triliun. Bisnis apa yang bisa cuan Rp 50 triliun dan Rp 60 triliun dalam setahun, kecuali bank?” kata Pak Lo sapaan Lo Kheng Hong dalam Seminar Capital Market Summit & Expo 2024 di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (7/11/2024).
Baca Juga
Lebih lanjut, pria yang dijuluki sebagai Warren Buffett Indonesia ini mengatakan, cenderung tertarik pada saham bank-bank yang memiliki aset berkisar Rp 200-350 triliun. Di mana saham bank-bank dengan aset tersebut memiliki valuasi yang lebih atraktif.
"Price to book (PBV) masih di bawah satu kali. Jadi, kalau lihat bank asetnya Rp 200-350 triliun saat ini ada dua dan menyusul satu lagi menjadi tiga, nama saya muncul sebagai pemegang saham 10 terbesar di sana," terang Pak Lo.
Adapun saham yang dimaksud ialah PT OCBC NISP Tbk (NISP) dan PT CIMB Niaga Tbk (BNGA). Berdasarkan laman resmi di masing-masing perseroan, Pak Lo tercatat menggenggam saham NISP sebanyak 122,07 juta lembar saham atau setara dengan 0,53% dan memiliki saham BNGA sebanyak 0,10% atau setara 25,3 juta lembar saham.
Baca Juga
Meski tertarik terhadap sektor perbankan, Pak Lo mengungkapkan, dirinya tidak tertarik untuk melirik bank digital. Pak Lo menilai bank digital sulit untuk berkembang, lantaran industri perbankan saat ini sudah dikuasai oleh bank-bank menengah dan besar.
"Bank kecil, digital sangat sulit untuk menjadi besar, lihat saja sudah 2-3 tahun, aset tetap tak bertumbuh. Segitu-gitu saja sekitar Rp 20 triliun. Tetapi, bank besar sangat mudah untuk menjadi bank digital," ucapnya.
Grafik Saham NISP dan BNGA

