Kompak ATH, Simak Target Baru Harga Saham Bank Besar Ini
JAKARTA, investortrust.id – Empat saham bank papan atas dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia ini melesat usai pemilihan umum (pemilu) kemarin. Bahkan, empat saham tersebut melesat hingga mencapai rekor tertinggi baru sepanjang (all time high/ATH).
Keempat bank dimaksud adalah PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI).
Baca Juga
Saham Ytd Terbang 21,07%, Market Cap Bank Mandiri (BMRI) Merangsek Peringkat Empat
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), penguatan tertinggi melanda saham BBNI dengan kenaikan Rp 275 (4,68%) menjadi Rp 6.150 hingga pukul 14.15 WIB.
Kemudian disusul BMRI dengan kenaikan mencapai Rp 300 (4,27%) menjadi Rp 7.325. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 7.150-7.375. Penguatan selanjutnya melanda saham BBRI mencapai Rp 200 (3,33%) menjadi Rp 6.200. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 6.100-6.275.
Sedangkan saham BBCA melesat Rp 150 (1,54%) menjadi Rp 9.875. Saham ini bergerak dalam rentang Rp 9.850-9.975. Kenaikan serupa juga ternyata melanda saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) mencapai Rp 60 (2,98%) menjadi Rp 2.420.
Meski saham tersebut telah melesat hingga ceta ATH, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebutkan, masih terbuka potensi penguatan ke depan.
Baca Juga
BBCA, BBRI, BBNI, dan BMRI dapat melanjutkan penguatan harga masing-masing ke kisaran Rp 10.000-10.175, Rp 6.350-6.475, Rp 6.300-6.450, dan Rp 7.450-7.600.
Begitu juga dengan Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan, penguatan saham bank papan atas tersebut masih terbuka ke depan, seperti saham BBRI dengan target harga Rp 6.675. Pada saat seperti ini, investor direkomendasikan untuk menambah kepemilikan saham BBRI.
Rekomendasi yang sama juga diterapkan untuk saham BBCA dengan target harga terbaru Rp 10.450. Sedangkan saham BBNI direkomendasikan hold dengan target harga Rp 6.325.
“Khusus BMRI saya masih belum analisis secara objective ya mengenai target harganya,” ujar Nafan kepada investortrust.id. (CR-10)

