Pelaku Pasar Menilai Nama-Nama Calon Menteri Kabinet Prabowo Tunjukkan Keberlanjutan dan Stabilitas
JAKARTA, investortrust.id – Pasar modal menyambut positif snama-nama calon menteri kabinet baru yang akan dipimpin Prabowo Subianto. Sejumlah nama yang dipanggil tersebute sudah sesuai ekspektasi pasar dan mencerminkan keberlanjutnya program pemerintahan.
“Sri Mulyani adalah salah satu calon menteri yang dipanggil Prabowo. Pemanggilan tersebut memberikan sinyal dan harapan kuat bahwa beliau akan terpilih kembali menjadi menteri keuangan. Tentunya beliau merupakan figur yang benar-benar memiliki integritas dan kompetensi kuat di bidang keuangan, bukan hanya di kalangan nasional tetapi juga internasional,” papar Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia Muhammad Nafan Aji Gusta, Selasa (15/10/2024).
Menurut dia, Sri Mulyani adalah figur yang menjunjung tinggi nilai feminisme, serta figur paling tepat untuk mengisi kembali posisi menteri keuangan. Nafan juga meyakini bahwa pemanggilan Sri Mulyani sesuai harapan pelaku investor, karena kredibilitasnya yang sudah tidak diragukan. “Tentunya ini jadi katalis positif,” tegasnya.
Baca Juga
IHSG Sesi I Melesat 0,58% Tersengat Calon Kabinet Prabowo-Gibran
Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pun menurut Nafan telah sesuai dengan prediksi sebelumnya, yang mengalami teknikal rebound dari major neckline maupun batas terendah pada pola channel.
Sedangkan sentimen yang memengaruhi pergerakan IHSG hari ini, diakui cukup beragam. Secara eksternal, Nafan memandang bahwa makro ekonomi global tengah berada pada situasi yang relatif kondusif. Pelaku pasar masih percaya, The Fed akan terus menjaga kebijakan pelonggaran moneter.
Pada akhir tahun, November dan Desember 2024, The Fed dipercaya akan kembali menurunkan suku bunga masing-masing 25 basis points (bps). Hal ini akan ditegaskan dalam The Federal Open Market Committee (FOMC) meeting yang akan menetapkan penurunan The Fed Fund Rate (FFR) di sisa tahun ini.
“Sisa tahun ini The Fed menargetkan penurunan suku bunga 50 bps. Tentunya ini dapat meningkatkan likuiditas market,” menurut Nafan.
Baca Juga
Pasar Saham Respons Positif Calon Menteri Pemerintahan Prabowo-Gibran
Sementara itu, Mirae Asset Sekuritas memandang saat ini sentimen dinamika geopolitik di Timur Tengah relatif mereda untuk sementara sehingga mampu meningkatkan minat investasi (risk appetite) investor kembali.
Sejumlah sentimen positif diharap turut mengantarkan pelaku pasar pada produk-produk investasi yang berisiko tinggi (high risk) seperti saham.
Sedangkan program kebijakan stimulus oleh Pemerintah China disebut-sebut, tak lagi menimbulkan capital out flow dari pasar Indonesia. Investor asing justru mulai terlihat mengakumulasi kepemilikan sahamnya di Indonesia dan menciptakan capital inflow.
Penyebabnya, sambung Nafan, investor asing mencermati sentimen domestik di Indonesia yang masih memiliki stabilitas makro ekonomi yang relatif solid. Belum lagi didukung stabilitas keamanan.
Baca Juga
“Kalau kita lihat dinamika potensi pelantikan menteri di kabinet Prabowo, ada nomenklatur yang jelas, mulai jelas dengan adanya beberapa tokoh diundang ke Kertanegara,” jelas Nafan.
Sejauh ini, dia percaya bahwa investor memandang, mayoritas tokoh yang dipanggil ke kediaman Prabowo semalam, mayoritas adalah seorang profesional di bidangnya masing-masing. Beragam background yang dipercaya profesional, antara lain akademisi, pejabat partai politik, aparatur sipil negara (ASN), pejabat kementerian, hingga TNI dan Polri.
“Paling penting terlihat tujuannya memastikan stabilitas ekonomi ke depan dan meningkatkan keamanan. Ini yang diharapkan investor. Sentimen lain, nanti kita menantikan data BPS (Badan Pusat Statistik) terkait neraca perdagangan yang diproyeksi surplus,” tutup Nafan.
Grafik IHSG Sesi I

