Saham Indosat (ISAT) Stock Split Hari ini, Begini Target Harga Barunya
JAKARTA, investortrust.id – BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan peluang peningkatan margin EBITDA bisa membuat laba bersih PT Indosat Ooredoo Hutchinson Tbk (ISAT) tetap bertumbuh, meskipun pendapatan diprediksi turun pada kuartal III-2024.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga Rp 13.300. Dengan pemecahan nilai nominal saham (stock split) diterapkan mulai hari ini, maka target harga tersebut merefleksikan Rp 3.325.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Putuskan Stop Penerbitkan Surat Utang PUB IV Rp 12,5 Triliun, Ada Apa?
Analis BRI Danareksa Sekuritas Niko Margaronis dalam riset terbarunya menyebutkan bahwa, penurunan daya beli masyarakat diprediksi membuat pendapatan eprseroan turun pada kuartal III tahun ini, namun demikian tetap menunjukkan kenaikan dari periode sama tahun lalu.
Meski pendapatan diprediksi turun, dia mengatakan, ISAT diproyeksikan mampu untuk mempertahankan pertumbuhan margin EBITDA setidaknya 50 bps. Angka tersebut setara dengan perkiraan margin EBITDA perseroan mencapai 50% pada 2024.
Sedangkan kinerja keuangan perseroan hingga September 2024, dia mengatakan, laba bersih diprediksi mencapai 75% dari total estimasi. “Kami memperkirakan Indosat pertahankan pertumbuhan kinerja pada kuartal IV-2024 didukung musim liburan dan pilkada,” terangnya.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Kantongi Restu Stock Split 1:4, Likuiditas Saham Akan Meningkat
Hal ini memndorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ISAT dengan target harga sebelum stock split senilai Rp 13.300 atau setara dengan Rp 3.325 setelah stock split.
Terkait stock split saham ISAT, manajemen menyebutkan perdagangan harga saham baru mulai berlaku hari ini di Bursa Efek Indonesia (BEI). Harga saham ISAT ditetapkan level Rp 2.600. Sedangkan jumlah saham ISAT usai stock split akan bertambah dari 8,06 miliar menjadi 32,25 miliar saham ISAT.
Saham ISAT

