Usai Sentuh 7.802, IHSG Sesi I Berakhir Turun, Saham MLPT, FMII, dan LABA Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (11/9/2024), ditutup melemah tipis 7,82 poin (0,10%) menjadi 7.753. Padahal, gerak intraday IHSG sempat sentuh rekor tertinggi baru (all time high/ATH) level 7.802.
Pelemahan indeks dipicu atau koreksi sebagian besar sektor saham, seperti sektor konsumer primer turun 2,03%, sektor industri melemah 0,80%, sektor infrastruktur 0,19%, sektor energi 0,42%, sektor kesehatan 0,19%, dan sektor material dasar 0,07%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor properti, keuangan, konsumer non primer, sektor teknologi, dan sektor transportasi.
Baca Juga
Jelang Dua Aksi Korporasi Besar, Saham Chandra Asri (TPIA) malah Jatuh, Ada Apa?
Meski IHSG turun tipis, sejumlah saham berikut malah ditutup melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Multipolar Technology Tbk (MLPT) naik 25% menjadi Rp 3.600, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,41% menjadi Rp 316, PT Green Power Group Tbk (LABA) menguat 24,56% menjadi Rp 710, dan PT MSIG Life Insurance Indonesia Tbk (LIFE) melesat Rp 1.000 (19,80%) menjadi Rp 6.050.
Kenaikan mengesankan juga dicatatkan saham PT Grand House Mulia Tbk (HOMI) sebanyak 27% menjadi Rp 254 dan PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) menguat 19,05% menjadi Rp 150.
Sebaliknya penurunan dalam melanda lima saham ini, yaitu saham PT Malacca Trust Wuwungan Insurance Tbk (MTWI), PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL), dan PT Harta Djaya Karya Tbk (MEJA), PT Perma Plasindo Tbk (BINO), dan PT Pelangi Indah Canindo Tbk (PICO).
Baca Juga
Meskipun Beban Bunga Melonjak, Pertumbuhan Laba Jasa Marga (JSMR) Diprediksi Tetap Kuat
Kemarin, IHSG ditutup melesat level tertinggi baru (all time high/ATH) dengan kenaikan 58,65 poin (0,76%) menjadi 7.761. Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 459,48 miliar, yaitu tiga saham terbanyak PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Rp 162,90 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 151,87 miliar, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) Rp 79,64 miliar.
Kenaikan tersebut terdorong penguatan mayoritas sektor saham, seperti saham sektor teknologi 2,29%, sektor infrastruktur naik 1,63%, sektor konsumer non primer 0,95%, sektor keuangan 0,78%, dan sektor properti 0,91%. Sebaliknya sektor saham dengan penurunan hanya melanda saham sektor industri 1,03%, sektor material dasar 0,06%, dan sektor energi 0,09%.
Grafik IHSG

