Laba Bersih Emiten Peternakan Ayam bakal Melesat, Begini Target Harga CPIN, JPFA, dan MAIN
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham emiten peternakan dan pakan ternak unggas ini direkomendasikan beli, seiring dengan berakhirnya penurunan harga jual anak ayam usia sehari (DOC) bersamaan dengan stabilnya harga jual daging ayam di pasar.
BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham PT Charoen Pokphand Indonesia tbk (CPIN) dengan target harga Rp 6.400, saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) dengan target harga Rp 2.200, dan saham PT Malindo Feedmill Indonesia Tbk (MAIN) dengan target harga Rp 850. Sedangkan saham CPIN ditetapkan sebagai saham pilihan teratas.
Baca Juga
Jangan Ketinggalan! Barito Pacific (BRPT) Amunisi Terakhir Lambungkan Kekayaan Prajogo Pangestu
Analis BRI Danareksa Sekuritas Wilastita Muthia Sofi dan Victor Stefano mengatakan, saham emiten peternakan ayam dipertahankan dengan outlook overweight setelah mempertimbangkan kondisi pasar pada kuartal III-2024, seperti penurunan biaya pakan ternak.
Sumber: BRI Danareksa Sekuritas
“Kami mempertahankan rekomendasi overweight saham emiten pternakan dengan potensi lonjakan laba bersih tahun 2024-205. Mengalirnya dana asing ke pasar saham yang bisa merangsek ke saham emiten peternakan. Ketiga valuasi saham CPIN, JPFA, dan MAIN masih murah,” tulisnya.
Mengapa saham emiten peternakan ayam dipertahankan beli? BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya menyebutkan bahwa harga pembelian jagung, bahan baku produksi pakan ternak, menunjukkan tren penurunan hingga capai Rp 4.900 per kilo gram. Harga pembelian jagung kuartal III-2024 memang masih stabil, tetapi harga tersebut lebih rendah 15% dari posisi kuartal III-2023. Begitu juga dengan harga buntil kedelai (SBM) menunjukkan penurunan hampir sama dengan jagung.
Baca Juga
China Merchants Tender Wajib Saham Nusantara Pelabuhan (PORT) Rp 818 per Saham
Sedangkan harga jual ayam pedaging pada awal September mulai menunjukkan kenaikan, dibandingkan awal kuartal III-2024, namun masih di bawah realisasi kuartal II-2024. BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa penurunan harga tersebut sudah sesuai antisipasi, namun margin keuntungan dirpediksi tetap tinggi didukung biaya pakan lebih rendah.
Selain kondisi operasional, BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan, dengan potensi lonjakan laba tahun 2024 dan 2025, terbuka peluang target harga saham CPIN, JPFA, dan MAIN dikaji ulang dengna potensi kenaikan harga.
Grafik Saham CPIN, JPFA, dan MAIN

