Tumbuh 10,61%, Adhi Commuter (ACDP) Bukukan Laba Rp 116,16 Miliar Tahun 2023
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan perhotelan dan real estate, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ACDP) membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp 116,16 miliar sepanjang tahun 2023.
Perolehan laba tersebut mencerminkan pertumbuhan sebesar 10,61% secara year on year (yoy), dari perolehan laba sebesar Rp 105,01 miliar pada tahun buku 2022.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan Perseroan, Rabu (6/3/2024), pertumbuhan laba bersih tersebut berdampak pada kenaikan laba per saham dasar menjadi Rp 5,23 per saham periode 31 Desember 2023 dari Rp 4,73 per saham pada tahun sebelulmnya.
Baca Juga
Berdamai dengan Kreditur, PT Adhi Persada Properti Lolos PKPU
Sementara itu total pendapatan Perseroan tercatat mencapai Rp 651,95 miliar di tahun 2023, meningkat 10% dari capaian pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 592,68 miliar.
Seiring kenaikan pendapatan, terjadi kenaikan beban pokok pendapatan sebesar 9,33% menjadi Rp 480,30 miliar, dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat Rp 439,45 miliar. Alhasil Perseroan membukukan laba kotor sebesar Rp 171,65, meningkat 11,76% yoy dibanding Rp 153,22 miliar pada tahun 2022.
Kemudian setelah memperhitungkan beban usaha, penghasilan lain-lain dan beban lain-lain, ADCP mencatat laba usaha sebesar Rp 144,94 miliar, naik dari Rp 129 miliar di tahun 2022. Sedangkan EBITDA tercatat mencapai Rp 117,23 miliar, naik dari Rp 105,01 miliar pada tahun 2022.
Baca Juga
Pemilu Bikin Kontrak Baru Konstruksi Melambat, Intip Target Saham Adhi Karya (ADHI) Berikut
Masuk pada catatan neraca, Perseroan memiliki total asset sebesar Rp 6,64 triliun per 31 Desember 2023, meningkat dibanding periode yang sama tahun 2022 yang tercatat Rp 6,32 triliun.
Kemudian jumlah liabilitas tercatat naik menjadi Rp 4,06 triliun per 31 Desember 2023 dibanding periode yang sama tahujn 2022 yang sebesar Rp 3,86 triliun.
Adapun posisi ekuitas tercatat mencapai Rp 2,57 triliun per 31 Desember 2023, meningkat disbanding Rp 2,45 triliun per 31 Desember 2022.

