Prediksi IHSG dan Rekomendasi Saham Trading 5 Agustus
JAKARTA, investortrust.id – Indeks Harga Saham Gabungan diprediksi bergerak menguat pada perdagangan awal pekan ini, Senin (5/8/2024).
Tim Riset PT Phintraco Sekuritas meramal IHSG akan bergerak pada rentang area 7.300 - 7.330. Sebelumnya, pada Jumat akhir pekan lalu, IHSG ditutup melemah 0,24% ke level 7.308,12.
‘’Secara teknikal, terdapat golden cross pada Stochastic RSI seiring dengan penyempitan negative slope pada MACD,’’ ulas Tim Riset PT Phintraco Sekuritas dalam riset harian dikutip, Senin (5/8/2024).
Sementara itu, indeks-indeks Wall Street ditutup melemah pada Jumat (2/8/2024) merespon data sektor tenaga kerja, Non Farm Payrolls turun ke 114 ribu di Juli 2024 dari 179 ribu di Juni 2024.
Baca Juga
Muhammadiyah Dorong Perbankan Syariah Bersatu untuk Kesejahteraan Ekonomi Umat
Berdasarkan Analisis Phintraco Sekuritas, bersamaan dengan penurunan penyerapan tenaga kerja tersebut, Unemployment Rate melonjak ke level 4,3% di Juli 2024 dari 4,1% di Juni 2024.
“Kondisi tersebut memicu kekhawatiran pemangkasan the Fed Rate yang diperkirakan pada September 2024 sudah terlambat untuk mencegah resesi ekonomi AS di semeter II-2024,” tulis riset harian Phintraco Sekuritas.
Selain kondisi ekonomi AS, pasar juga mencermati perkembangan kondisi keamanan di Timur Tengah seiring peningkatan intensitas konflik antara Israel dengan Iran. Harga komoditas energi, khususnya minyak diperkirakan cenderung menguat pada pekan ini.
Baca Juga
Dari dalam negeri, pasar mengantisipasi data pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 di awal pekan ini. Pasar masih cukup optimis terhadap peluang pertumbuhan di atas 5% yoy pada periode tersebut.
“Eskalasi konflik di Timur Tengah dan realisasi pertumbuhan ekonomi kuartal II-2024 yang di bawah ekspektasi menjadi faktor risiko utama indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan kemarin,” paparnya.
Adapun saham-saham yang dapat diperhatikan meliputi, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR), PT Harum Energy Tbk (HRUM), PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI), dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).

