Bank OCBC (NISP) Cetak Laba Bersih Rp 2,4 Triliun pada Semester I-2024
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mencetak laba bersih Rp 2,4 triliun pada semester I-2024 atau naik 16% dari perolehan laba bersih periode sama tahun lalu yang senilai Rp 2,1 triliun.
“Di tengah tantangan kondisi ekonomi hingga saat ini, kinerja bank tetap tumbuh baik,” jelas Presiden Direktur OCBC Parwati Surjaudaja dalam keterangan resmi, Selasa (31/7/2024).
Menurut dia, perseroan telah menorehkan kinerja solid pada semester pertama tahun ini, yang menggarisbawahi komitmen bank dalam memberikan solusi keuangan komprehensif dan inovatif untuk seluruh nasabah.
Baca Juga
Rugi Bersih GOTO Terpangkas 62%, On Track Menuju Profitabilitas
Secara umum, pertumbuhan laba bersih OCBC terutama didorong oleh naiknya pendapatan bunga bersih sebesar 7% secara year on year (yoy). Hal ini sejalan dengan pertumbuhan penyaluran kredit dan penurunan beban cadangan kerugian dari penurunan nilai atas aset keuangan sebesar 116%, yang terutama didorong oleh membaiknya kualitas kredit.
OCBC membukukan kenaikan penyaluran kredit sebesar 14% menjadi RP 162,5 triliun. Kredit ritel pun tumbuh sebesar Rp 13,3 triliun atau 27% (yoy), termasuk kredit PT Bank Commonwealth, yang menjadi anak perusahaan OCBC sejak Mei 2024. Adapun kredit perbankan bisnis tumbuh sebesar Rp 6,9 triliun atau 7% (yoy).
Selain itu, per 30 Juni 2024, Bank telah menyalurkan pembiayaan berkelanjutan (sustainability financing) sebesar Rp 34,99 triliun dengan 43% di antaranya merupakan penyaluran dalam bentuk green financing.
Di sisi lain, return on equity (ROE) OCBC meningkat menjadi 13,3%. Sedangkan kondisi likuiditas bank disebut-sebut sehat, dengan liquidity coverage ratio (LCR) sebesar 225,7%, di atas ketentuan regulator.
“Dengan kinerja yang baik di semester pertama tahun ini, OCBC terus optimistis namun tetap penuh kehati-hatian untuk bertumbuh secara kesinambungan, dengan terus berinovasi untuk melayani nasabah individu dan korporasi,” ujar Parwati.
Baca Juga
Prinsip kehati-hatian terlihat dari rasio NPL bruto yang berada pada level 2% di semester pertama tahun ini. Rasio loan at risk (LAR) berada di angka 5,8% pada Januari-Juni 2024, turun dibandingkan angka periode sama tahun lalu sebesar 6,2%.
Diari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) OCBC di paruh pertama 2024 tumbuh sebesar 11% (yoy) dengan komposisi CASA sebesar 56% dibandingkan total DPK.
Selanjutnya, jumlah transaksi OCBC melalui e-channel berhasil mencatatkan pertumbuhan sebesar 46% (yoy), dengan pengguna aktif individu internet banking dan OCBC Mobile meningkat 26% (yoy).
“Sedangkan untuk nasabah korporasi, jumlah pengguna meningkat 20% (yoy) dan jumlah transaksi di OCBC Business meningkat 60% (yoy),” tutup Parwati. (CR-10)
Grafik Harga Saham NISP secara Ytd:

