Bank Jago (ARTO) Sukses Optimalkan Ekosistem, Analis Sarankan Beli
JAKARTA, investortrust.id – Tingkat pertumbuhan laba PT Bank Jago Tbk (ARTO) memasuki paruh kedua diperkirakan lebih kuat, dibandingkan paruh pertama tahun 2024. Hal ini ditopang atas ekspektasi kenaikan margin bunga bersih (NIM) dan biaya kredit (CoC) lebih rendah.
Berlanjutnya pertumbuhan kinerja keuangan juga didukung atas Upaya perseroan untuk terus melanjutkan penguatan kualitas asset bersamaan dengan pertumbuhan kredit dan simpanan yang kuat sampai Juni 2024.
Bank Jago (ARTO) membukukan lompatan laba bersih sebanyak 23% dari Rp 41 miliar menjadi Rp 50 miliar pada semester I-2024. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan kenaikan pendapatan non bunga dan laba operasional perseroan. Kenaikan juga didukung penurunan biaya pendaan (Cost of Fund/CoF) dari 3,3% menjadi 3%.
Baca Juga
Laba Bank Jago (ARTO) Tumbuh 23% di Semester I 2024, Tembus Rp 50 Miliar
Kenaikan laba bersih tersebut sejalan dengan keberhasilan Bank Jago (ARTO) menekan rasio NPL dari 0,6% pada kuartal I-2024 menjadi 0,4% pada kuartal II-2024. NIM juga masih terkendali mencapai 7,3% pada semester I tahun ini. ROE naik dari 1% menjadi 1,2% pada semester I tahun ini.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, ARTO masih berhasil menjaga biaya kredit (cost of credit/CoC) tetap stabil sekitar 1,7% pada kuartal II-2024, dibandingkan kuartal I-2024 sekitar 1,5%. Bahkan, CoC berhasil ditekan dari 5% pada semester I-2023 menjadi 1,6% pada semester I-2024.
Estimasi Kinerja Keuangan ARTO
Selain faktor ini, dia mengatakan, Bank Jago (ARTO) berhasil mencatatkan pertumbuhan kredit yang pesat mencapai 40% menjadi Rp 15,7 triliun pada semester I-2024. Angka tersebut lebih tinggi, dibandingkan perkiraan semula dengan pertumbuhan mencapai 30%.
Menurut dia, pertumbuhan tersebut tergolong kuat di tengah upaya manajemen untuk meningkatkan kualitas kredit yang biasanya berimbas terhadap perlambatan tingkat pertumbuhan kredit. Pesatnya pertumbuhan kredit didukung dampak positif eksosistem PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Baca Juga
Berdasarkan data perseroan telah menggelontorkan pinjaman ke GoTo Financial senilai Rp 3,1 triliun hingga Desember 2023, dibandingkan tahun 2017 hanya mencapai Rp 1,7 triliun. Perseroan juga bersedia untuk meningkatkan buy now pay later (BNPL) menjadi 60%, dibandingkan posisi saat ini sekitar 40% ke depan.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ARTO dengan target harga Rp 3.800. Target harga tersebut juga mempertimbangkan proyeksi kenaikan laba bersih ARTO menjadi Rp 125 miliar tahun ini, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 72 miliar.
Sementara itu, Direktur PT Reliance Sekuritas Indonesia Tbk (RELI) Reza Priyambada mengatakan, penguatan saham-saham bank digital dalam sebulan terakhir ditopang membaiknya kinerja keuangan dan operasionalnya.
Baca Juga
“Secara umum, bank-bank digital sudah mulai diterima oleh masyarakat dan memberikan pelayanan yang mungkin bisa saja sudah baik dan setara dengan bank-bank konvensional, sehingga berimbas pada kinerja operasional dan keuangannya,” ujarnya.
Terkait prospek saham ke depan, dia mengatakan, pelaku pasar akan memanfaatkan sentiment dan dinamika yang ada. Tentunya faktor fundamental akan menjadi perhatian pelaku pasar dalam memilih mana saham-saham bank digital yang dapat diinvestasikan maupun ditransaksikan.
Ke depan, Reza mengungkapkan, potensi pengembangan saham-saham bank digital masih terbuka luas dengan potensi calon nasabah yang tersebar di seluruh Indonesia. Sedangkan saham pilihan bank digital, yaitu AMAR, BBHI, AGRO, BANK, BBYB, ARTO, berdasarkan fundamentalnya.
Grafik ARTO

