Berkat BBCA, Investor Asing Net Buy Saham Rp 320,75 Miliar Sepekan
JAKARTA, investortrust.id – Aksi beli (net buy) massif saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) oleh investor asing menjadi penyelamat Bursa Efek Indonesia (BEI) dari aksi jual saham selama sepekan ini. Net buy saham BBCA kian membesar setelah rilis laporan kinerja keuangan dengan torehan mengesankan sepanjang semester I-2024.
Aksi borong saham BBCA tersebut membuat total net buy saham oleh pemodal asing di BEI sepekan ini mencapai Rp 320,75 miliar. Net buy tersebut juga terjadi saat indeks harga saham gabungan (IHSG) BEI pekan ini melorot 0,09% menjadi 7.288,16.
Baca Juga
Laba Melesat hingga Saham Sentuh Level Tertinggi, Analis Rekomendasikan Beli BCA (BBCA)
Berdasarkan data BEI, lima saham dengan net buy terbanyak pekan ini adalah saham BBCA senilai Rp 1,03 triliun, PT Mega Manunggal Property Tbk (MMLP) Rp 300,83 miliar, PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) Rp 200,32 miliar, PT APIC Rp 195,44 miliar, dan PT Indosat Tbk (ISAT) Rp 177,56 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan penjualan bersih (net sell) terbanyak melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 400,35 miliar, PT Sarana Menara Infrastructure Tbk (TOWR) Rp 274,53 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 239,99 miliar, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) Rp 211,20 miliar, dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 160,23 miliar.
Baca Juga
Lanjutkan Pertumbuhan, Laba Cimory (CMRY) Semester I-2024 Capai Rp 802,39 Miliar
Terkait pelemahan indeks sepekan ini dipicu atas penurunan sebanyak 377 saham. Sisanya sebanyak 323 saham berhasil menguat dan hanya 238 saham ditutup stagnan. Sedangkan kapitalisasi pasar (market cap) BEI turun dari Rp 12.358 triliun menjadi Rp 12.363 triliun.
Sektor saham dengan penurunan paling dalam melanda, saham sektor material dasar 1,29%, sektor consumer non primer 1,20%, sektor keuangan turun 0,31%, sektor property melemah 0,96%, dan sektor infrastruktur turun 0,55%. Sebaliknya saham sektor teknologi, transportasi, dan industry menguat.
Grafik IHSG Sepekan

