Jadi Kandidat Capres AS Gantikan Biden, Apakah Kamala Harris Pro Kripto?
JAKARTA, investortrust.id - Kamala Harris ramai diperbincangkan usai menjadi kandidat pilihan Joe Biden. Namun masih menjadi misteri, apakah Kamala menjadi sosok yang pro terhadap kripto atau sebaliknya.
Melansir CoinPedia, Selasa (23/7/2024), meski profilnya tinggi, namun Kamala belum secara terbuka mendukung atau menentang non fungible token (NFT), teknologi blockchain, aset digital, maupun tokenisasi selama jabatannya di Washington.
Posisi Kamala yang netral terhadap teknologi ini tercermin dari pengungkapan keuangannya, yang tidak menjelaskan kepemilikan aset digital oleh dirinya maupun suaminya. Hal ini bisa menunjukan pendekatan yang hati-hati atau kurangnya minat terhadap industri kripto, walaupun ia punya koneksi dengan Silicon Valley.
Baca Juga
Banjir Dukungan, Kampanye Kamala Harris Sukses Galang Donasi $250 juta
Menurut pakar kripto terkemuka CryptoBusy, ada spekulasi bahwa Kamala mungkin akan melanjutkan kebijakan kripto dari Presiden AS Joe Biden. Mengingat basis donatur dan pendukung mereka sama, namun ini bisa condong kearah sikap anti kripto di bawah kepemimpinan Kamala, yang membuat komunitas kripto berada dalam ketidakpastian.
Ia mungkin perlu menjelaskan posisinya mengenai nasib aset kripto untuk mendapat dukungan dari komunitas. Tanpa pernyataan pasti darinya, industri kripto tetap tidak yakin mengenai dampak potensialnya sebagai presiden.
Ketidakjelasan ini bertolak belakang dengan perubahan sikap mantan presiden Donald Trump belakangan ini yang memberikan sikap lebih mendukung Bitcoin. Hal ini bisa saja mempersulit pencalonan Kamala tahun ini.

