Saham PGEO Rekomendasi Beli, Intip Target Harga Terbarunya
JAKARTA, investortrust.id - PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) diproyeksikan menunjukkan kinerja yang positif, terutama sebagai emiten dan pemain utama dalam sektor energi baru dan terbarukan.
PGEO disebut-sebut memiliki potensi yang besar untuk menjadi salah satu emiten terdepan di sektor energi hijau.
Berdasarkan riset OCBC Sekuritas Indonesia, dengan rencana ekspansi yang agresif, disertai dengan dukungan pemerintah Indonesia dalam memajukan energi baru dan terbarukan, bisnis PGEO diprediksi akan terus tumbuh stabil di masa depan.
Saat ini PGEO memiliki kapasitas terpasang hingga 672 mega watt (MW) dan berencana untuk mencapai 1 giga watt (GW) dalam dua tahun ke depan. Lebih lanjut, PGEO berencana untuk meningkatkan kapasitas pertumbuhannya melalui pasar global dan pendekatan merger and acquisition (M&A).
Baca Juga
IHSG Potensi Menguat, Cek Rekomendasi Saham Hari Ini PGEO, TINS, dan MBMA
“Dengan ekspansi yang agresif ini, PGEO dapat mengkapitalisasi peningkatan permintaan terhadap energi terbarukan dan mengalami peningkatan pendapatan ke depannya,” tulis Analis Ekuitas OCBC Sekuritas, Kevin Jonathan Panjaitan dikutip Rabu, (17/6/2024).
OCBC Sekuritas juga menyoroti posisi PGEO sebagai bagian dari Pertamina Group yang membuat emiten tersebut tidak akan mengalami kesulitan mendapatkan low cost funding, terutama dengan fokus Pertamina mengembangkan energi terbarukan.
Kevin menjelaskan, salah satunya adalah penerbitan green bond Pertamina yang terdaftar di Singapore Exchange Securities Trading Limited (SGX-ST) yang mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 8,25 kali.
Lebih lanjut, PGEO diprediksi akan terus mencetak pertumbuhan pendapatan yang stabil yang berimbas pada dividen yang lebih stabil ke depannya. “Hal ini didukung oleh kontrak jangka panjang dengan skema take-or-pay dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero),” ujar Kevin.
Baca Juga
Valuasi Murah, Saham Vale Indonesia (INCO) Berpotensi Menuju Rp 5.300
Selain itu, tarif penjualan uap akan meningkat secara stabil di 2.0%, dan tarif penjualan listrik akan meningkat berdasarkan United States Consumer Price Index (US CPI).
Terkait kinerja finansial, OCBC Sekuritas memproyeksi PGEO akan mempertahankan neraca keuangan (balance sheet) yang stabil, dengan interest debt-to-equity ratio pada tahun 2024, 2025, dan 2026 masing-masing di angka 0,37 kali, 0,35 kali, dan 0,41 kali.
“Dengan potensi pertumbuhan yang baik, kami merekomendasikan beli (buy) untuk PGEO, dengan harga sasaran di Rp 1.400 per saham berdasarkan pendekatan discounted cash flow,” ungkap Kevin. (CR-5).
Grafik Harga Saham PGEO secara Ytd:

