Saat Harga Saham Melesat, Adhi Karya (ADHI) Ungkap Kontrak Baru Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Adhi Karya Tbk (ADHI) berhasil mencatatkan kontrak baru senilai Rp 10,2 triliun hingga Juni 2024. Penyumbang terbesar berasal dari proyek Gedung dengan kontribusi sebanyak 50%.
Corsec ADHI Rozi Sparta mengatakan, kontrak baru ini berasal dari proyek pekerjaan Gedung dengan sumbangan 50% dan proyek sumber daya air mencapai 32%. Sisanya dikontribusikan proyek jalan dan jembatan, properti, manufaktur, dan EPC.
Baca Juga
“Sedangkan sumber pendaaan utama proyek berasal dari pemerintah mencapai 66%, proyek swasta menyumbang sebanyak 29%, dan sisanya proyek BUMN dan anak usahanya,” tulisnya dalam penjelasan resminya.
Sedangkan beberapa proyek besar yang dimenangkan Adhi Karya (ADHI) hingga Juni, yaitu proyek jembatan Pulau Balang Bentang Pendep Tahap II, Hunian Pkejera Konstruksi Tahap II, Gedung Istana Wakil Presiden, serta Gedung dan Sarana Pendukung Asrama PSSI.
Baca Juga
Adhi Karya (ADHI) Catat Pertumbuhan Laba 20%, Pendapatan Justru Turun di Kuartal I
Terkait pergerakan harga saham ADHI, data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (8/7/2024), mencatatkan lompatan harga sebanyak Rp 34 (15,32%) menjadi Rp 256 hingga pukul 14.35. Dengan demikian, saham ADHI telah melesat dari level Rp 197 menjadi Rp 256 atau menguat 29,94% sepanjang Juli 2024 berjalan atau month to date (mtd).
Sebelumnya, Adhi Karya (ADHI) tengah menawarkan Obligasi Berkelanjutan IV PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) dengan ni,ai pokok Rp 5 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk pembiayaan kembali utang jatuh tempo dan modal kerja.
Grafik Saham ADHI

