Permintaan Membludak, IPO Saham Emiten Tommy Soeharto (GOLF) Ini Oversubscribed 27 Kali
JAKARTA, investortrust.id – PT Intra Golflink Resorts Tbk (GOLF) mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscribed) sebanyak 27 kali atau setara dengan Rp 1 triliun untuk penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham GOLF melaui penjatahan terpusat (pooling allotment). Total saham yang dialokasikan untuk pooling allotment mencapai Rp 39 miliar.
GOLF berniat menerbitkan sebanyak 1,95 miliar saham atau setara dengan 10,01% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Saham tersebut dilepas dengan harga pelaksanaan Rp 200 per saham, sehingga total dana yang bakal diraup dari aksi korporasi ini mencapai Rp 390 miliar.
Baca Juga
Golflink Resorts (GOLF) Milik Tommy Soeharto Patok Harga IPO Rp 200 per Saham
GOLF mengalokasikan sebesar lebih dari 10% saham untuk investor ritel melalui pooling allotment dengan total Rp 39 miliar. Sedangkan juumlah pemesanan yang masuk melalui pooling allotment lebih dari Rp 1 triliun atau mengindikasikan oversubscribed sebanyak 27 kali.
Vice President Investment Banking PT Samuel Sekuritas Indonesia Nyoman Widita Prabawa mengatakan, respons masyarakat yang luar biasa ini terhadap saham GOLF ini mencerminkan keselarasan tingkat kepercayaan para pelaku pasar terhadap model bisnis, manajemen, dan prospek jangka panjang perseroan.
“Kami yakin, dengan adanya suntikan modal (capital injections) yang diperoleh dari IPO ini, perseroan bisa melancarkan strategi pertumbuhan dengan cepat dan mampu mengimplementasikan visinya untuk menjadi salah satu pioneer dalam pengembangan industri Golf Tourism di Indonesia,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Jumat (5/7/2024).
Manajemen GOLF berkomitmen untuk terus memperkuat fundamental perusahaan melalui peningkatan kinerja positif. Hal ini didorong oleh prospek bisnis Perseroan yang masih akan positif seiring dengan kian meningkatnya jumlah pemain golf di Tanah Air serta Indonesia yang mulai menjadi salah satu negara tujuan bagi pegolf mancanegara.
Baca Juga
OJK Tetapkan Saham GOLF Milik Anak Tommy Soeharto Sebagai Efek Syariah
“Kami berkomitmen dan akan berupaya keras untuk terus meningkatkan kinerja dan berharap hasilnya akan tercermin pada harga saham di pasar sekunder nanti,” ungkap Direktur Utama Intra Golflink Resorts Dwi Febri Astuti.
Sepanjang tahun 2023, pendapatan GOLF melonjak 59% dari Rp 111,63 miliar pada 2022 menjadi Rp 177,58 miliar. Kenaikan tersebut mendorong laba bersih perseroan melesat sebanyak 136% year on year (yoy) menjadi Rp 60,18 miliar.
Perseroan optimistis pencapaian kinerja ini bakal berlanjut dalam tahun-tahun mendatang. Sebagai catatan, GOLF telah merampungkan penawaran umum (public offering) kemarin dan pencatatan perdana saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) direncanakan Senin (8/7/2024).
Setelah dikurangi biaya-biaya emisi, 87,53% dana IPO akan digunakan perseroan untuk setoran modal ke anak usaha, yakni PT New Kuta Golf and Ocean View (NKG) yang mengelola bisnis golf dan properti, termasuk luxury hotel di Bali. Kemudian, sekitar 5,34% akan digunakan untuk setoran modal bagi anak usaha perseroan yang lain, yakni PT Sentul Golf Utama (SGU), dan 7,13% sisanya untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan (operational expenditure/opex).

