IHSG Berpotensi Pullback, Saham Defensif Bisa Dilirik Pekan Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pergerakan pasar saham diprediksi rawan mengalami pullback atau penurunan sementara pada perdagangan sepekan ke depan, periode 27 Mei hingga 31 Mei 2024.
Potensi pelemahan pasar saham domestik, seiring proyeksi sejumlah data eksternal yang cenderung melembat. Sejumlah data penting perekonomian skala global dijadwalkan rilis pekan ini.
Tim Riset PT Phintraco Sekuritas meramal Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan cenderung melemah ke titik support level 7.150, sedangkan titik pivot pada level 7.200. Kalau pun IHSG mengalami penguatan, diprediksi akan terbatas pada titik resistance level 7.250.
Baca Juga
Restrukturisasi Kepemilikan, Pengendali Borong 4,57 Juta Saham KDTN
Sejalan proyeksi IHSG tersebut, Tim Riset Phintraco Sekuritas menyuguhkan saham dengan karakter defensif sebagai menu untuk pilihan trading pekan ini, yaitu: PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Selanjutnya, saham PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). ‘’Waspadai saham-saham rate-sensitive,’’ urai Tim Riset Phintraco Sekuritas dikutip dalam riset mingguannya, Minggu (26/5/2024).
Disebutkan, pekan ini pasar akan diselimuti sentimen data-data ekonomi eksternal, termasuk pertumbuhan ekonomi (2nd estimate) Amerika Serikat (AS) di kuartal I-2024, yang diperkirakan melambat ke level 1,5% secara kuartalan (qoq) dari 3,4% qoq di kuartal IV-2023.
Selain dari AS, Jerman dijadwalkan merilis data inflasi yang diperkirakan naik ke level 2,4% yoy di Mei 2024 dari 2,2% di April 2024. ‘’Kondisi ini dapat merubah pandangan pasar terhadap timeframe pemangkasan sukubung acuan ECB,’’ urainya.
Sebelumnya, dalam risalah terbaru, the Fed kembali menegaskan target inflasi sebesar 2% yoy. Merespon risalah tersebut, CME FedWatch Tools mencatatkan kenaikan signifikan pada peluang dipertahankannya suku bunga acuan di level 5,25% - 5,5% di September 2024 pada angka 49,3%.
Baca Juga
Sementara peluang pemangkasan 25 bps tersisa 45,7% untuk periode yang sama. Meski demikian, Nasdaq berhasil rally ditopang kinerja saham Nvidia dalam sepekan terakhir. Sebaliknya, DJIA mencatatkan pelemahan mingguan pertama dalam lima pekan terakhir.
Merespon sentimen di atas, nilai tukar Rupiah kemungkinan besar melemah signifikan di awal perdagangan pekan ini. Kondisi tersebut diperkirakan bersamaan dengan proyeksi capital outflow pada periode yang sama.
Pergerakan IHSG Selama Sepekan Terakhir:

