4 Saham Emiten Prajogo Anjlok Parah Dua Bulan Terakhir, Masihkah Ada Harapan?
JAKARTA, investortrust.id – Dalam dua bulan berjalan tahun 2024, empat saham emiten Prajogo telah turun parah. Bahkan, seluruh saham itu masih dalam daftar top 10 saham pemberat (laggard) indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Januari-Februari 2024.
Empat saham emiten Prajogo tersebut terdiri atas saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA).
Baca Juga
Usai Petrosea, Petrindo (CUAN) Rampungkan Akuisisi Multi Tambangraya Rp 3,2 Triliun
Data BEI menyebutkan penurunan paling dalam dicatatkan saham CUAN mencapai 46,9% dari Rp 13.425 menjadi Rp 7.125. Penurunan tersebut menjadikan kapitalisasi pasar saham ini terpangkas menjadi Rp 80 triliun.
Penurunan selanjutnya dicatatkan saham BRPT dengan anjlok sebanyak 26,7% dalam dua bulan terakhir. Saham ini turun dari Rp 1.330 menjadi tersisa Rp 975. Dengan demikian, kapitalisasi saham ini anjlok menjadi Rp 91 triliun.
Penurunan dalam selanjutnya dicatatkan saham BREN mencapai 19,1% sepanjang Januari-Februari 2024. Saham yang listing di BEI tahun lalu tersebut anjlok dari Rp 7.475 menjadi Rp 6.050, sehingga kapitalisasi pasarnya terjerembab menjadi Rp 809 triliun atau menjadi emiten dengan market cap terbesar tiga di BEI.
Baca Juga
Terakhir saham TPIA telah terperosok mencapai 12,8% setelah sahamnya turun dari Rp 5.250 menjadi Rp 4.580 dalam dua bulan terakhir. Koreksi tersebut menjadikan nilai perusahaan turun menjadi Rp 396 triliun.
Meski keempat sahamnya anjlok dalam selama dua bulan terakhir, Prajogo Pangestu tetap memuncaki daftar orang terkaya di Indonesia. Data Forbes real time hingga siang ini, nilai kekayaan pengusaha kelahiran Kalimantan tersebut mencapai US$ 41,6 miliar.

