Saham BNI (BBNI) Anjlok Usai Rilis Keuangan, Dua Analis Ini Ungkap Prospek Sesungguhnya
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah sekuritas ini tetap mempertahankan rekomendasi beli saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), meskipun kinerja keuangan menunjukkan perlambatan sepanjang kuartal I-2024. Apalagi setelah margin bunga bersih (NIM) turun di luar dugaan akibat kenaikan biaya dana (cost of fund/CoF)
BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 6.800. Begitu juga dengan Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham BBNI dengan target harga Rp 6.200.
Baca Juga
Adapun, saham BBNI pada perdagangan intraday di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (2/5/2024), terkoreksi dalam. Hingga pukul 11.00 WIB, saham BBNI turun Rp 310 (5,90%) menjadi Rp 4.949, bahkan saham bank pelat merah ini sempat menyentuh Rp 4.920. Level tersebut menjadi level intraday saham BBNI terhitung sejak 17 November 2023.
Pergerakan Saham BBNI Hari Ini
Analis BRI Danareksa Sekuritas Victor Stefano mengatakan, realisasi kinerja keuangan BBNI kuartal I-2024 senilai Rp 5,4 triliun sudah sesuai dengan perkiraan BRI Danareksa Sekrutias atau merefleksikan 24,3% dari total target tahun ini.
Sedangkan yang menjadi perhatian, sebut BRI Danareksa Sekuritas, peningkatan biaya dana (cost of fund)dari 2,3% menjadi 3,2% pada kuartal I-2024. Kenaikan biaya dana terjadi setelah perseroan menaikkan bunga simpanan dalam dolar AS sebanyak 40 bps dan kenaikan simpanan dalam rupiah sebanyak 20 bps.
Target Kinerja Keuangan BBNI
Kenaikan biaya dana membuat margin keuntungan bersih (NIM) BNI turun dari 4,7% menjadi 4,4%. “Perseroan membidik perhitungan ulang bunga kredit untuk menahan dampak negative kenaikan biaya dana,” terangnya.
Baca Juga
Suku Bunga Acuan Naik, BNI Geber Dana Murah dari Platform Digital
Sementara itu, analis Sucor Sekuritas Edward Lowis mengatakan, realisasi kinerja keuangan BNI kuartal I-2024 bertumbuh moderat, seiring dengan kenaikan biaya dana yang tinggi. Hal ini memicu NIM perseroan turun dalam sampai akhir Maret 2024.
“Peningkatan biaya dana di luar perkiraan tersebut mendorong kami untuk merevisi turun target laba bersih tahun ini menjadi sekitar Rp 21,2 triliun,” tulisnya dalam riset terbarunya.
Meski demikian, Sucor Sekuritas tetap memberikan pandangan positif terhadap BNI terkait prospek kinerja keuangan dalam jangka menengah. Prospek tersebut juga menggambarkan perkiraan rata-rata pertumbuhan tahunan laba bersih sebanyak 11% dalam lima tahun mendatang.

