Resource Alam Indonesia (KKGI) Tebar Dividen Saham Senilai Rp 66,30 Miliar
JAKARTA, investortrust.id – Emiten tambang batu bara, PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) akan membagikan dividen saham dengan rasio 250:9, artinya setiap pemegang 250 lembar saham Perseroan berhak mendapat 9 lembar dividen saham.
Adapun total dividen yang akan dibagikan senilai Rp 66,30 miliar atau setara dengan 170 juta lembar saham. Dividen tersebut berasal dari laba ditahan perseroan tahun buku 2022.
Sekretaris Perusahaan PT Resource Alam Indonesia Tbk, Leny mengatakan, rencana pembagian dividen saham telah diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada tanggal 7 Desember 2023.
Baca Juga
Resource Alam (KKGI) Tebar Saham Treasuri dengan Rasio 250:9
‘’Harga pasar yang digunakan sebagai dasar kapitalisasi dividen saham Rp 360 per saham,’’ papar Leny dalam keterbukaan informasi yang dilansir, Senin (11/12/2023).
Pembagian dividen saham tersebut, terang manajemen KKGI, sejalan dengan peningkatan usaha, perseroan.
Adapun jadwal pembagian dividen saham tersebut yaitu:
Baca Juga
Anak Usaha Sarana Menara (TOWR) Bagikan Dividen Interim Rp 312,79 Miliar
Tanggal Efektif 11 Desember 2023
Tanggal Cum Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 15 Desember 2023
Tanggal Ex Dividen di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi: 18 Desember 2023
Tanggal Cum Dividen di Pasar Tunai: 19 Desember 2023
Tanggal Ex Dividen di Pasar Tuna: 20 Desember 2023
Tanggal Daftar Pemegang Saham (DPS) yang berhak atas dividen saham: 19 Desember 2023
Tanggal Pembagian Dividen saham: 10 Januari 2023
Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2023, KKGI tercatat membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 236,23 miliar, naik dari Rp 178,74 miliar pada peirode yang sama 2022.
Sedangkan laba bersih tahun berjalan tercatat Rp 27,09 miliar meningkat dibanding periode yang sama tahun sebelumnya Rp 28,55 miliar.
Perseroan mencatat total aset Rp 196,84 miliar per September 2023, meningkat dari Rp 77 miliar pada Desember 2022. Sedangkan posisi ekuitas tercatat Rp 143,48 miliar, naik dari Rp 122,94 miliar per 31 Desember 2022.

