Tercuan Pekan Lalu, Saham Golden Flower (POLU) Masuk UMA
JAKARTA, Investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Golden Flower Tbk (POLU) dalam pergerakan harga saham di luar kebiasaan (unusual market activity/UMA) setelah harganya melesat dalam beberapa pekan terakhir.
Berdasarkan datan BEI, saham POLU melesat 140.91% sepanjang pekan lalu. Bahkan, POLU menempati urutan teratas untuk saham paling cuan sepanjang pekan lalu setelah harganya melesat dari Rp 220 menjadi Rp 530.
Baca Juga
Saham Golden Flower (POLU) Lagi-lagi ARA, Ternyata Masih Merugi
“Sehubungan dengan terjadinya UMA saham POLU, bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini. Oleh karena itu para investor diharapkan memperhatikan jawaban perusahaan tercatat, mencermati kinerja perseroan, mengkaji rencana aksi korporasi, dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan transaksi saham ini,” tulis PH Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Zakky Ghufron dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam penjelasan resminya di BEI, kemarin.
Golden Flower adalah perusahaan manufaktur dan pengekspor garmen Indonesia. Perseroan memiliki 8 fasilitas produksi yang berada di kawasan berikat (bonded zone) dan menempati tanah seluas 8 hektare dengan total karyawan sekitar 3500 orang.
Baca Juga
Mau Raup Cuan? Perhatikan 4 Saham Jagoan Mandiri Sekuritas Ini
Perseroan menyebutkan bahwa sebanyak 85% ekspor perseroan ditujukan ke pasar Amerika Serikat, Eropa, Kanada, Australia, Afrika Selatan, Jepang, dan negara Asia lainnya. Sedangkan bertindak sebagai pengendali perseroan adalah PT Profashion Apparel dengan kepemilikan 79,99% saham.
Sebelumnya, BEI pernah menghentikan sementara (suspend) perdagangan saham POLU terhitung sejak 3 Juli hingga 5 September 2023, menyusul belum dipenuhinya laporan keuangan auditan yang berakhir per 31 Desember 2022, serta membayar denda keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Begitu pula dengan laporan keuangan interim per 31 Maret 2023.
Hingga keuangan kuartal I-2023, POLU mencatat penjualan Rp17,43 miliar turun dari penjualan Rp30,35 miliar di periode sama tahun sebelumnya. Beban pokok penjualan turun menjadi Rp14,31 miliar dari Rp24,87 miliar dan laba kotor diraih Rp3,12 miliar turun dari laba kotor Rp5,49 miliar.
Baca Juga
Ungkap Detil Akuisisi 7 Perusahaan, Saham PIK2 (PANI) Terbang
Rugi operasi diderita sebesar Rp2,59 miliar usai meraih laba operasi Rp2,13 miliar tahun sebelumnya. Rugi sebelum pajak penghasilan diderita Rp3,27 miliar dari laba sebelum pajak penghasilan Rp1,81 miliar tahun sebelumnya.
Rugi bersih diderita Rp3,27 miliar dari laba bersih Rp1,81 miliar. Sedangkan total aset mencapai Rp222,95 miliar hingga periode 31 Maret 2023 naik dari total aset Rp209,34 miliar hingga periode 31 Desember 2022.

