Berhasil Kendalikan Biaya, Saham BNI (BBNI) Direkomendasikan Beli
JAKARTA, investortrust.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) berhasil menekan biaya kredit yang memicu pertumbuhan laba bersih sebanyak 12% menjadi Rp 19,04 triliun hingga November 2023.
Analis Mandiri Sekuritas Kresna Hutabarat and Boby Kristano Chandra mengatakan, kenaikan laba bersih tersebut ditopang pertumbuhan kredit mencapai 6%. Angka pertumbuhan kredit demikian didukung pengucuran pinjaman yang lebih selektif dan pembersihan portofolio kredit.
Baca Juga
Anak Usaha Delta Dunia (DOID) Rampungkan Penerbitan Obligasi Rp 636,62 Miliar
“Kami melihat bahwa strategi selektif tersebut membantu perseroan untuk menekan biaya kredit hingga membuat pertumbuhan laba bersih yang lebih kuat, dibandingkan PPOP sampai November 2023,” tulisnya dalam riset harian beberapa waktu lalu.
Perseroan berhasil menunurunkan biaya kredit menjadi 1,3% hingga November 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai 1,8%. Sedangkan biaya provisi berhasil dipertahankan level 7,2%.
Terkait NIM perseroan mencapai 4,6% hingga November 2023, menurut Mandiri Sekuritas, menunjukkan penurunan dari realisasi periode sama tahun lalu sebesar 4,8%. Namun angka tersebut sudah sesuai dengan perkiraan manajemen perseroan.
Baca Juga
Aksi Terbaru Adaro Minerals (ADMR), Suntik Modal Perusahaan Ini Rp 376 Miliar
Mandiri Sekuritas menambahkan ketatnya pengendalian biaya membantu perseroan untuk mempertahankan ROAE tetap kuat. Biaya berhasil ditekan dengan memfokuskan pengucuran kredit ke sektor-sektor selektif.
Berbagai faktor tersebut mendorong Mandiri Sekuritas merekomendasikan beli saham BBNI dengan target harga Rp 5.750 per saham. Target harga tersebut juga mempertimbangkan yield dividen perseroan tergolong besar bisa mencapai 5,4%.

