Melesat 320%, Saham Maja Agung (SURI) Disuspensi Bursa
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspend) perdagagangan saham PT Maja Agung Latexindo Tbk (SURI), seiring lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir.
Penghentian saham SURI dilakukan mulai sesi I pada perdagangan saham di BEI, Selasa (6/1/2024). Suspensi dalam rangka cooling down ini bertujuan sebagai bentuk perlindungan bagi investor.
Baca Juga
Listing Perdana Saham, Maja Agung (SURI) Bidik Pendapatan Rp 100 Miliar
“Penghentian perdagangan saham SURI dilakukan di pasar regular dan pasar tunai dengan tujuan memberikan waktu memadai pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang atas keputusan investasinya di saham SURI,” tulis Kepala Divisi Pengaewasan Transaksi BEI Yulianto Aji Sadono dan Kepala Divisi Pengaturan & Operasional Perdagangan BEI Pande Made Kusuma Ari A dalam dikutip hari ini.
Data perdagangan saham BEI mengungkap bahwa saham SURI telah melesat dari level penutupan akhir tahun 2023 Rp 164 menjadi Rp 690 pada penutupan perdagangan saham kemarin atau telah melesat 320,73%.
SURI merupakan produsen sarung tangan latex yang berdiri sejak 1988 ini resmi mencatatkan saham perdana di BEI pada 7 Desember 2028. Saat itu, perseroan melepas sebanyak 1,26 miliar saham atau sebesar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. SURI mematok di harga atas atau sebesar Rp170 per saham.
Baca Juga
Daftar 10 Saham Tercuan Pekan Ini, Dipimpin SURI hingga RIGS
Dana yang berhasil dihimpun dari aksi korporasi ini senilai Rp215,36 miliar. Rencananya dana tersebut akan menggunakan sekitar 49,45% dari dana hasil IPO untuk belanja modal dengan rincian sekitar 20,26% akan digunakan untuk pengembangan bangunan gudang, pabrik, dan kantor di Sumatera Utara.
SURI merupakan perusahaan yang dikendalikan Hansen Jap dengan kepemilikan sebanyak 79,997% dan sisanya dikuasai pemodal public sebanyak 20%.

