Sebelum Bepergian Libur Natal dan Tahun Baru, Simak Prakiraan Cuaca BMKG Berikut
JAKARTA, investortrust.id – BMKG memperkirakan hujan lebat bakal melanda sejumlah daerah periode selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto mengatakan, hujan lebat berpotensi melanda Aceh, Sumatera Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua. Sementara Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah diprediksi dilanda hujan sedang.
Baca Juga
“Untuk tanggal 25 Desember-1 Januari, hujan lebat diprediksi terjadi di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, Bengkulu, Kepulauan Bangka Belitung, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan NTT. Sedangkan hujan sedang berpotensi terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Papua Barat, dan Papua,” kata Guswanto.
Sedangkan kondisi cuaca pada 2-6 Januari, terang Guswanto, diperkirakan terjadi hujan lebat di Sumatera Barat, Kepulauan Riau, dan Jawa Tengah. Sementara hujan sedang diprediksi terjadi di NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Papua.
“Kemudian kalau kita lanjutkan berdasarkan perkembangan musim, saat ini sekitar 42% wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan. Nanti puncaknya di bulan Januari dan Februari, yaitu sekitar 55% atau sebanyak 385 Zona Musim (ZOM),” terangnya.
Meski demikian, dia mengatakan, beberapa wilayah diprediksi tidak dilanda hujan selama 1-5 hari ke depan. Bahkan, ada beberapa wilayah tanpa hujan kategori ekstrem panjang lebih dari 60 hari di wilayah Bali dan NTB.
Baca Juga
Kado Erick di Hari Ibu 2023: Luncurkan Fasilitas Daycare di Kementerian BUMN
Guswanto menerangkan, untuk menghadapi masa libur Nataru ini BMKG sudah menyiapkan sarana dan prasarananya. Mereka menyiapkan posko di sejumlah provinsi, baik di pelabuhan dan bandara.
“Di samping itu, kita juga menyiapkan informasi meliputi prakiraan cuaca bandara, pelabuhan, dan pasang surut. Informasi cuaca jalur darat dan laut, prakiraan tinggi gelombang laut, peringatan dini cuaca signifikan, hingga peta potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan,” sebut Guswanto.

