IHSG Dibuka Stagnan, Beberapa Saham Ini Tetap Melesat
JAKARTA, Investortrust.id – Mandiri Sekuritas memperkirakan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (21/9/2023), dibuka stagnan level 7.011. Namun kemudian pergerakan indeks bervariasi dalam rentang 6.994-7.021.
Sejumlah sektor saham juga bergerak menguat di awal transaksi hari ini, yaitu saham sektor infrastruktur, property, konsumer primer, transportasi, dan Kesehatan. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor teknologi, keuangan, dan energi.
Baca Juga
Harga Emas Batangan Antam Rp 1.080.000 per Gram 21 September 2023
Meski transaksi saham baru dibuka, beberapa saham telah torehkan lompatan harga signifikan, seperti saham PT ALakasa Industrindo Tbk (ALKA) menguat sebanyak Rp 125 (21,19%) menjadi Rp 715. Saham PT Trisula Textile Industries Tbk (BELL) naik Rp 13 (14%) menjadi Rp 104 dan PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) menguat Rp 14 (11%) menjadi Rp 140.
Sebaliknya saham PT Graha Mitra Asia Tbk (REFL), PT Pelita Teknologi Global Tbk (CHIP), dan PT Widiant Jaya Krenindo Tbk (WIDI) masih terpuruk.
Baca Juga
FFR Masih Berpeluang Naik Tahun Ini, Cermati Saham ITMG, ESSA, MPMX, dan WIRG
Kemarin, IHSG berhasil ditutup melesat 31,36 poin (0,45%) menjadi 7.011,68 atau level tertinggi kurang dari 10 bulan terakhir. Pemodal asing membukukan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 796,12 miliar di seluruh pasar
Sedangkan bursa Wall Street ditutup melemah dengan penurunan terdalam melanda indeks Nasdaq 1,53%, indeks S&P500 sebanyak 0,94%, dan Dow Jones 0,22%. Pelemahan dipicu atas kenaikan suku bunga The Fed masih belum berhenti, meski rapat kali ini mempertahankan suku bunga.

