GOTO Pangkas Biaya dan Beban Jumbo, Tapi Rugi Bersih Melesat, Kok Bisa?
JAKARTA, investortrust.id – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan kenaikan pendapatan bersih dari Rp 11,34 triliun menjadi Rp 14,78 triliun sepanjang 2023. Perseroan juga berhasil memangkas massif beban sepanjang tahun 2023.
Meski demikian, rugi bersih tahun berjalan perseroan tahun 2023 justru melambung akibat adanya penurunan nilai goodwill besar.
Baca Juga
Asing Borong Saham GOTO Jelang Rilis Keuangan, Apa Pemicunya?
Manajemen GOTO melalui laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (19/3/2024), menyebutkan bahwa perseroan berhasil menekan biaya dan beban secara drastis dari Rp 41,67 triliun menjadi Rp 25,06 triliun. Hal ini menjadikan rugi usaha perseroan turun drastis dari Rp 30,32 triliun menjadi Rp 10,27 triliun.
Namun, perseroan justru lonjakan rugi sebelum pajak penghasilan dari Rp 40,54 triliun menjadi Rp 90,63 triliun pada 2023. Kenaikan rugi tersebut dipengaruhi atas lompatan kerugian penurunan nilai goodwill perseroan dari Rp 11 triliun tahun 2022 menjadi Rp 78,76 triliun tahun 2023.
Baca Juga
Rencana Buyback Masih Dikaji, GOTO Tegaskan Hati-Hati Alokasikan Modal
GOTO juga mencatatkan kenaikan biaya keuangan dari Rp 232,86 miliar menjadi Rp 369,28 miliar. Kerugian penyesuaian nilai wajar instrument keuangan menjadi Rp 991,57 miliar tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu dengan pendapatan Rp 549,64 miliar.
Hal ini menjadikan rugi tahun berjalan perseroan melambung lebih dari satu kali lipat Rp 40,40 triliun pada 2022 menjadi Rp 90,51 triliun tahun 2023. Sedangkan rugi diatribusikan kepada pemilik entitas induk melesat menjadi Rp 90,39 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya Rp 39,57 triliun.
GOTO juga mencatatkan penurunan dalam total aset dari Rp 139,21 triliun menjadi Rp 54,09 triliun. Total liabilitas perseroan juga meningkat dari Rp 16,49 triliun menjadi Rp 18,37 triliun.

