Turun 44,78%, Laba Bersih Bayan (BYAN) Jadi US$ 1,27 Miliar
JAKARTA, investrotrust.id – Perusahaan orang terkaya nomor dua di Indonesia, Low Tuck Kwong, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) mencatatkan penurunan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 44,78% menjadi US$ 1,27 miliar tahun 2023, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 2,30 miliar.
Manajemen BYAN dalam pengumuman resmi di Jakarta, Senin (4/3/2024), menyebutkan penurunan tersebut sejalan dengan penurunan pendapatan perseroan dari US$ 4,70 miliar menjadi US$ 3,58 miliar. Laba bruto perseroan juga anjlok US$ 3,16 miliar menjadi US$ 1,66 miliar.
Sementara itu, tahun ini, BYAN membidik pendapatan berkisar US$ 3,3-3,6 miliar sepanjang tahun ini. Sedangkan belanja modal yang disiapkan untuk mencapai target tersebut berkisar US$ 230-260 juta.
Baca Juga
Manajemen Bayan (BYAN) dalam Bayan Resources 2024 Guidance menyebutkan bahwa target pendapatan tersebut merefleksikan perkiraan peningkatan volume produksi batu bara menjadi sekitar 55-57 juta ton tahun ini, dibandingkan tahun lalu sebanyak 48 juta ton.
Target pertumbuhan produksi berkisar 15-20% tersebut mempertimbangkan ekspansi konsesi tambang Tabang, termasuk Nart Pakar. Sebagaimana diketahui tambang ini menjadi penyumbang terbesar mencapai 41,6 juta ton tahun 2023 dan diharapkan meningkat menjadi 49-51 juta ton tahun ini.
Sedangkan rata-rata strip ratio (SR) perseroan diharapkan meningkat menjadi 4,7-5 kali, dibandingkan realisasi tahun 2023 sekitar 4,6 kali. Emiten tambang batu bara yang dikendalikan Low Tuck Kwong juga memprediksi kenaikan biaya tambang atau cast cost menjadi US$ 40-43 per ton tahun ini, dibandingkan tahun lalu sekitar US$ 39 per ton.
Baca Juga
Tender Wajib Tuntas, Emiten Low Tuck Kwong (MYOH) Ini Tambah 9,8% saham di Trankons (TRJA)
Terkait kontrak penjualan batu bara emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar keempat di BEI ini telah mendapatkan sebanyak 45,5 juta ton. Angka tersebut telah merefleksikan 80-82% dari target volume penjualan tahun ini.
Perseroan juga menyebutkan harga ditetapkan fixed untuk 16% dari total kontrak dengan rata-rata US$ 49,6 per ton. Target harga tersebut juga mempertimbangkan perkiraan rata-rata harga jual batu bara perseroan berkisar US$ 60-65 per ton setelah mempertimbangkan harga benchmark Newcastle dalam kisaran US$ 110 per ton.

